Sehat di Nusantara Jalan Sehat Bersama Komisi II dan Mitra Kerja di Ibu Kota Nusantara

Berita Lokal

jalanjalan-indonesia.com Kegiatan “Sehat di Nusantara: Jalan Sehat bersama Komisi II dan Mitra Kerja” digelar di Ibu Kota Nusantara. Acara ini mempertemukan unsur legislatif, eksekutif, dan mitra kerja strategis dalam satu momen kebersamaan. Bukan hanya olahraga biasa, kegiatan ini menjadi simbol sinergi dalam membangun pusat pemerintahan baru yang sehat, hijau, dan modern.

Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Purwadi Arianto, turut hadir dan ikut berjalan bersama peserta lain. Kehadirannya menegaskan dukungan Kementerian PANRB terhadap penguatan kolaborasi lintas lembaga di lingkungan IKN. Melalui kebersamaan ini, pemerintah ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN didorong dengan semangat kolektif, bukan kerja satu pihak saja.


Jalan Sehat Tiga Kilometer: Simbol Gaya Hidup Baru

Rangkaian kegiatan dimulai dengan jalan sehat sejauh kurang lebih tiga kilometer. Rute yang dilalui berada di sekitar kawasan Plaza Bhinneka Tunggal Ika, yang dirancang sebagai ruang publik terbuka dan representatif. Peserta berjalan santai, bercengkerama, dan menikmati suasana alam IKN yang terus berkembang.

Jalan sehat ini menyampaikan pesan jelas. IKN ingin dibangun sebagai kota yang ramah pejalan kaki, sehat, dan berorientasi pada kualitas hidup. Para pemimpin dan pejabat yang ikut serta diharapkan menjadi teladan. Mereka menunjukkan bahwa aktivitas fisik dan pola hidup sehat penting bagi aparatur negara maupun masyarakat.


Bagian dari Pengawasan dan Evaluasi Pembangunan IKN

Kegiatan “Sehat di Nusantara” bukan acara berdiri sendiri. Jalan sehat ini menjadi bagian dari rangkaian rapat koordinasi dan monitoring capaian pembangunan Ibu Kota Nusantara. Komisi II DPR RI dan mitra kerja menggunakan momentum ini untuk melihat langsung perkembangan IKN di lapangan.

Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya sinergi. Ia menyoroti bahwa keberhasilan IKN membutuhkan dukungan politik, anggaran, regulasi, dan pengawasan yang konsisten. Dengan hadir di lokasi, para pemangku kepentingan dapat menilai lebih objektif apakah pembangunan berjalan sesuai arah yang direncanakan.


Kehadiran Pejabat Tinggi Perkuat Pesan Kolaborasi

Acara ini juga dihadiri para pejabat tinggi dari berbagai lembaga negara. Tampak Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ossy Dermawan, serta pimpinan Komisi II DPR RI: Zulfikar Arse Sadikin, Aria Bima, dan Dede Yusuf.

Dari Kementerian PANRB hadir Sekretaris Kementerian PANRB Reni Suzana, Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Nanik Murwati, dan Deputi Pelayanan Publik Otok Kuswandaru. Komposisi ini menggambarkan kuatnya dukungan lintas sektor. Pembangunan IKN dipandang sebagai agenda nasional bersama, bukan hanya proyek fisik, melainkan transformasi tata kelola pemerintahan.


Penanaman Pohon di Plaza Bhinneka Tunggal Ika

Setelah jalan sehat, rangkaian acara dilanjutkan dengan penanaman pohon di kawasan Plaza Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen menjadikan IKN sebagai kota hijau yang tumbuh selaras dengan alam.

Penanaman pohon tidak hanya bersifat seremonial. Setiap pohon mencerminkan tekad untuk menjaga keseimbangan ekologis di tengah pembangunan infrastruktur. Ruang hijau diposisikan sebagai elemen utama, bukan pelengkap. Dengan langkah ini, para pemangku kepentingan ingin menegaskan bahwa pembangunan ibu kota baru harus memperhatikan kualitas udara, kenyamanan lingkungan, dan keberlanjutan jangka panjang.


ASN sebagai Teladan Gaya Hidup Sehat dan Produktif

Keterlibatan Kementerian PANRB dalam kegiatan ini membawa pesan penting untuk aparatur sipil negara. Pembangunan IKN juga berarti membangun budaya kerja baru yang lebih sehat, disiplin, dan produktif.

Melalui jalan sehat bersama, ASN didorong untuk lebih peduli pada kesehatan fisik dan mental. Budaya hidup aktif diharapkan menjadi bagian dari keseharian, bukan hanya agenda acara tertentu. ASN yang sehat diyakini mampu memberikan pelayanan publik yang lebih baik, responsif, dan humanis di pusat pemerintahan baru.


Menguatkan Nilai Kebersamaan dan Nasionalisme

“Sehat di Nusantara” juga sarat makna kebangsaan. Lokasi kegiatan di Ibu Kota Nusantara dan Plaza Bhinneka Tunggal Ika mengingatkan kembali pada nilai persatuan. Jalan sehat dilakukan bersama, tanpa sekat jabatan. Semua peserta bergerak dalam langkah yang sama, menggambarkan filosofi bahwa pembangunan negara harus dilakukan secara gotong royong.

Simbol-simbol ini penting untuk menanamkan pesan bahwa IKN bukan hanya proyek fisik bernilai ekonomi, tetapi juga ruang peradaban baru Indonesia. Kota ini diharapkan menjadi contoh tata kelola modern yang menggabungkan kesehatan, lingkungan, teknologi, dan identitas nasional dalam satu kesatuan.


Sehat, Hijau, dan Terintegrasi: Arah Baru Ibu Kota Nusantara

Melalui kegiatan ini, tersampaikan tiga pesan utama. Pertama, pentingnya menjaga kesehatan bersama sebagai bagian dari budaya kerja aparatur dan mitra pemerintah. Kedua, komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon dan penguatan ruang hijau. Ketiga, soliditas antar lembaga negara dalam mengawal pembangunan IKN.

“Sehat di Nusantara” menjadi representasi sederhana dari arah baru pembangunan ibu kota. Bergerak, berkolaborasi, dan peduli lingkungan. Dengan konsistensi kegiatan serupa, Ibu Kota Nusantara dapat tumbuh sebagai kota yang tidak hanya maju infrastruktur, tetapi juga menyehatkan penghuninya dan selaras dengan alam.

Cek Juga Artikel Dari Platform beritabandar.com