jalanjalan-indonesia.com Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional, PGRI Kota Pariaman menyiapkan kegiatan besar yang melibatkan ribuan tenaga pendidik. Kegiatan bertajuk Jalan Santai PGRI Kota Pariaman ini akan menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur atas dedikasi guru di seluruh wilayah Kota Pariaman.
Jalan santai tersebut akan dimulai dan berakhir di Balai Kota Pariaman. Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah silaturahmi antarguru dari berbagai sekolah dan jenjang pendidikan.
Wujud Semangat dan Solidaritas Para Guru
Ketua PGRI Kota Pariaman, Eka Putra Pernanda, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional. Menurutnya, jalan santai dipilih karena mampu menghadirkan suasana santai dan penuh semangat bagi para pendidik.
“Jalan santai ini menjadi simbol kekompakan guru. Kami ingin menciptakan kebersamaan yang positif agar para guru lebih bersemangat menjalankan tugasnya,” ujar Eka.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan untuk saling mengenal antarpendidik lintas jenjang, dari TK hingga perguruan tinggi. Dengan bertemu dalam suasana gembira, guru bisa berbagi cerita, inspirasi, dan semangat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pariaman.
Dukungan dari Pemerintah Kota
Kegiatan jalan santai ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Pariaman. Wali Kota, Yota Balad, menyebut acara ini sebagai kegiatan yang membawa dampak positif, bukan hanya bagi guru tetapi juga bagi masyarakat luas.
“Kegiatan jalan santai bukan sekadar olahraga. Ini juga wadah mempererat hubungan antar guru dan membangun semangat bersama dalam memajukan pendidikan di Kota Pariaman,” ujar Yota.
Ia menilai, guru memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, peringatan Hari Guru Nasional perlu dijadikan momentum untuk menegaskan kembali peran penting mereka dalam kemajuan bangsa.
Pemerintah daerah juga siap memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang menguatkan semangat guru. Yota menegaskan bahwa kesejahteraan dan motivasi tenaga pendidik harus terus dijaga agar mereka dapat bekerja dengan optimal.
Pelantikan Bunda Guru Kota Pariaman
Selain jalan santai, PGRI Kota Pariaman juga akan mengadakan pelantikan Bunda Guru Kota Pariaman. Dalam audiensi bersama Wali Kota, PGRI mengusulkan Ibu Yosneli Balad untuk menjabat posisi tersebut.
Penunjukan ini didasari oleh dedikasi Yosneli dalam mendukung berbagai kegiatan pendidikan. Ia dikenal aktif mendorong peran guru perempuan di Kota Pariaman agar lebih berdaya dan kreatif.
Dalam pernyataannya, Yosneli menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk berperan aktif dalam kegiatan PGRI. “Saya mendukung penuh kegiatan ini. Semoga jalan santai dan seluruh rangkaian peringatan HUT PGRI bisa mempererat kebersamaan para guru,” ujarnya.
Figur Bunda Guru diharapkan dapat menjadi penggerak dalam membangun karakter guru yang inspiratif dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Ajang Kebersamaan dan Refleksi
Kegiatan jalan santai ini bukan hanya bentuk perayaan, tetapi juga ajang refleksi bagi para pendidik. Momentum Hari Guru Nasional menjadi pengingat pentingnya peran guru sebagai pembimbing dan panutan bagi generasi muda.
Melalui acara ini, PGRI mengajak para guru untuk menumbuhkan kembali semangat mengajar dan kebanggaan terhadap profesinya. Dalam suasana yang akrab dan penuh kehangatan, para pendidik diharapkan menemukan inspirasi baru untuk terus berinovasi di bidang pendidikan.
Panitia juga menyiapkan door prize menarik dan hiburan musik untuk menambah semangat peserta. Kegiatan ini diharapkan membawa suasana gembira, sehat, dan mempererat hubungan sosial di antara sesama guru.
Antusiasme Ribuan Guru
Ribuan guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga perguruan tinggi, dipastikan ikut serta. Antusiasme peserta menunjukkan betapa besar semangat mereka dalam memperingati hari bersejarah ini.
Tak hanya para guru, masyarakat juga diundang untuk ikut serta. Dengan keterlibatan publik, kegiatan ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan warga Kota Pariaman.
Partisipasi masyarakat menjadi bentuk dukungan nyata terhadap perjuangan para pendidik. Selain itu, kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa dunia pendidikan bukan hanya milik sekolah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Refleksi Peran Guru di Era Modern
Kegiatan ini sekaligus menjadi momen penting untuk menyoroti perubahan besar dalam dunia pendidikan. Di era digital, peran guru tidak lagi sebatas mengajar, tetapi juga menjadi pendamping belajar, motivator, dan pembimbing karakter bagi siswa.
Melalui kegiatan kebersamaan seperti ini, guru diingatkan untuk terus beradaptasi dengan teknologi dan tantangan zaman. Mereka diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang kreatif, menyenangkan, dan relevan bagi kebutuhan masa depan siswa.
Eka Putra Pernanda menyebut bahwa guru harus menjadi pionir perubahan. “Guru tidak boleh berhenti belajar. Dunia terus berubah, dan guru adalah garda terdepan untuk memastikan anak bangsa siap menghadapi masa depan,” katanya.
Penutup: Semangat untuk Pendidikan yang Lebih Maju
Jalan santai PGRI Kota Pariaman menjadi simbol semangat baru dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini memperkuat rasa kebersamaan, mempererat silaturahmi, dan menegaskan peran penting guru sebagai pilar kemajuan bangsa.
Dengan dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan seluruh tenaga pendidik, acara ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kota lain di Indonesia. Semangat gotong royong, kerja sama, dan rasa syukur yang hadir dalam kegiatan ini menjadi cerminan nilai luhur pendidikan Indonesia.
Hari Guru Nasional bukan hanya peringatan seremonial, tetapi juga panggilan untuk terus menyalakan semangat mengajar dan membangun generasi unggul. Melalui langkah kecil seperti jalan santai, semangat besar untuk memajukan pendidikan dapat terus hidup di hati para pendidik dan masyarakat Kota Pariaman.

Cek Juga Artikel Dari Platform bengkelpintar.org
