Pembangunan JJLS Kelok 23 Capai 89 Persen, Lebaran Belum Dibuka

Uncategorized

Progres Pembangunan Mendekati Tahap Akhir

Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 yang menghubungkan wilayah Kretek, Kabupaten Bantul, dengan Girijati, Kabupaten Gunungkidul, kini telah memasuki fase akhir. Berdasarkan data terbaru dari Satuan Kerja Pengelola Jalan Nasional Wilayah Gunungkidul, progres fisik proyek tersebut telah mencapai 89,317 persen.

Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Lapangan Satker Pengelola Jalan Nasional Wilayah Gunungkidul, Sukiswandi, saat mendampingi inspeksi mendadak Komisi C DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta ke lokasi pembangunan pada Rabu (21/1/2026).

Meski telah mendekati 90 persen, proyek strategis nasional ini masih menyisakan sejumlah pekerjaan penting sebelum dapat difungsikan secara penuh.


Pekerjaan Tersisa Masih Cukup Krusial

Sukiswandi menjelaskan, sisa pekerjaan sekitar 10 persen lebih mencakup sejumlah komponen vital. Di antaranya pembangunan jembatan utama, pekerjaan bore pile, serta pengaspalan badan jalan.

“Kurang lebih masih sekitar 10 persen lebih. Yang belum itu pembangunan jembatan, bore pile, hingga pekerjaan aspal,” jelasnya.

Pekerjaan jembatan menjadi tantangan utama karena memiliki tingkat kompleksitas tinggi serta bergantung pada ketersediaan material konstruksi yang harus didatangkan dari luar daerah.


Jembatan 40 Meter Jadi Penentu Waktu Penyelesaian

Salah satu titik krusial dalam proyek JJLS Kelok 23 adalah pembangunan jembatan sepanjang 40 meter. Sukiswandi menyebut, kendala utama terletak pada proses pemesanan girder yang diproduksi di Surabaya.

Jika pengiriman girder dapat dilakukan tepat waktu, maka pemasangan dapat segera dilakukan sehingga proyek dapat selesai sesuai target.

“Kalau girder cepat dikirim, pemasangan bisa langsung dan selesai bulan Juli. Tapi kalau pengiriman terlambat, maka kemungkinan pemasangan baru rampung bulan Agustus,” terangnya.

Ketepatan distribusi material ini sangat menentukan waktu pengoperasian jalur yang selama ini dinantikan masyarakat pesisir selatan DIY.


Target Rampung Juli, Dibuka Agustus 2026

Secara keseluruhan, pihak Satker menargetkan pekerjaan konstruksi dapat diselesaikan pada Juli 2026. Setelah melalui tahapan uji kelayakan dan pemeriksaan teknis, JJLS Kelok 23 direncanakan mulai dibuka untuk umum pada Agustus 2026.

Dengan target tersebut, proyek ini dipastikan belum bisa dimanfaatkan pada arus mudik maupun balik Lebaran tahun ini.

“Kami targetkan selesai Juli, lalu dibuka Agustus,” kata Sukiswandi.


Badan Jalan Gunungkidul Masih Digarap

Selain jembatan, pekerjaan lain yang masih berjalan berada di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Tepatnya pembangunan badan jalan sepanjang 1,9 kilometer di kawasan Kebun Nanas, Girijati.

Menurut Sukiswandi, pembangunan JJLS yang berada di wilayah Kabupaten Bantul sebenarnya telah rampung. Sisa pekerjaan sepenuhnya berada di sisi Gunungkidul yang memiliki kontur lebih berat.

“Kalau yang wilayah Bantul sudah selesai. Tinggal yang di Gunungkidul sepanjang 1,9 kilometer yang masih digarap,” jelasnya.

Karakter geografis berbukit dan tebing menjadi tantangan tersendiri dalam penyelesaian badan jalan tersebut.


Dipastikan Belum Dibuka Saat Lebaran

Menjelang musim mudik Lebaran, masyarakat sempat berharap Kelok 23 dapat dibuka sebagai jalur alternatif menuju kawasan selatan Yogyakarta. Namun, Sukiswandi menegaskan jalur tersebut belum dapat difungsikan secara normal.

“Belum bisa dibuka saat Lebaran karena belum selesai 100 persen,” tegasnya.

Untuk menjaga keselamatan, pihak pengelola telah memasang empat portal pembatas di sepanjang jalur Kelok 23.


Jalur Hanya Bisa Dilalui Saat Kondisi Darurat

Meski belum dibuka resmi, Kelok 23 masih memungkinkan dilewati dalam kondisi darurat tertentu. Namun akses tersebut sangat terbatas dan tidak diperuntukkan bagi masyarakat umum.

“Dalam kondisi darurat bisa dilewati roda dua maupun roda empat, tapi tidak semua masyarakat bisa mengakses,” ujarnya.

Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah risiko kecelakaan mengingat jalur masih berada dalam tahap konstruksi.


Anggaran Rp340 Miliar dari APBN

Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiantoro, menyampaikan bahwa pembangunan JJLS Kelok 23 menghabiskan anggaran sekitar Rp340 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurutnya, nilai tersebut memang tidak terlalu besar untuk proyek nasional, namun cukup signifikan bagi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Untuk skala nasional mungkin tidak terlalu besar, tapi bagi DIY ini tergolong besar,” ungkapnya.


Perhatian terhadap Daya Dukung Lingkungan

Nur Subiantoro menekankan bahwa pembangunan Kelok 23 dilakukan dengan membelah tebing dan kawasan alam. Oleh sebab itu, aspek keselamatan dan daya dukung lingkungan harus menjadi perhatian utama ketika jalur mulai dioperasikan.

“Kedepan pemanfaatan pengguna jalan harus benar-benar aman,” katanya.

Ia menilai, pengawasan operasional menjadi faktor penting agar infrastruktur tersebut tidak menimbulkan dampak lingkungan berkepanjangan.


Dorong Pertumbuhan Ekonomi Selatan DIY

Di sisi lain, kehadiran Kelok 23 diyakini akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat Bantul dan Gunungkidul. Jalur ini akan membuka akses wisata pantai selatan serta mempercepat mobilitas barang dan jasa.

Apalagi, Jembatan Pandansimo yang berada di sisi barat Bantul kini telah beroperasi, sehingga konektivitas kawasan pesisir semakin terintegrasi.

“Kelok 23 ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Bantul dan Gunungkidul,” jelas Nur Subiantoro.


Pemda Diminta Siapkan Program Pendukung

Anggota Komisi C DPRD DIY, Aslam Ridlo, menambahkan bahwa Pemerintah Daerah DIY perlu menyiapkan program pendukung sebagai kompensasi berkurangnya daya dukung lingkungan akibat pembangunan jalan.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur besar harus diimbangi dengan kebijakan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

“Ketika Kelok 23 beroperasi, Pemda DIY harus segera menyiapkan program untuk menutup daya dukung lingkungan yang berkurang,” ujarnya.


Harapan Besar untuk Konektivitas Wilayah Selatan

Pembangunan JJLS Kelok 23 menjadi salah satu proyek strategis yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah selatan Yogyakarta. Dengan akses yang lebih baik, kawasan pesisir diharapkan berkembang secara ekonomi tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan.

Meski belum dapat dimanfaatkan saat Lebaran, masyarakat diharapkan bersabar hingga proyek rampung sepenuhnya agar jalur dapat digunakan secara aman dan optimal.

Baca Juga : Pramono Janji Perbaiki Jalan Berlubang Usai Cuaca Ekstrem

Cek Juga Artikel Dari Platform : museros