Lonjakan Mobilitas Saat Libur Akhir Tahun
Masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) kembali menjadi periode dengan tingkat mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Kota Malang diproyeksikan menjadi salah satu wilayah dengan lonjakan arus lalu lintas paling signifikan di Jawa Timur. Kondisi ini tidak lepas dari posisi strategis Malang sebagai kota tujuan wisata sekaligus jalur lintasan menuju kawasan Batu dan wilayah Malang Raya lainnya.
Kepala Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyebutkan bahwa tren pergerakan masyarakat pada tahun 2025 secara nasional mengalami peningkatan yang cukup tajam. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat diperkirakan naik sekitar 7 persen atau mencapai lebih dari 119 juta orang.
“Untuk Malang Raya sendiri, kenaikan mobilitas diperkirakan sekitar 2,71 persen. Angka ini cukup besar jika dikaitkan dengan kapasitas jalan dan karakter kota yang juga menjadi destinasi wisata,” ujarnya.
Kota Malang Jadi Tujuan dan Jalur Alternatif
Tidak seperti kota lain yang hanya berfungsi sebagai tujuan akhir, Kota Malang memiliki peran ganda. Selain sebagai kota pendidikan dan wisata, Malang juga menjadi jalur alternatif menuju Kota Batu. Ketika jalur utama menuju Batu mengalami kepadatan, arus kendaraan sering kali dialihkan melalui pintu tol Pakis atau Madyopuro, lalu masuk ke jaringan jalan dalam kota.
Situasi ini menyebabkan beban lalu lintas Kota Malang meningkat drastis, terutama pada jam-jam favorit wisatawan. Kepadatan biasanya terjadi pada pagi hingga siang hari saat wisatawan masuk, serta sore hingga malam hari ketika arus balik harian terjadi.
Dishub mencatat bahwa pada Natal 2024 lalu, jumlah kendaraan roda dua yang masuk Kota Malang mencapai lebih dari 524 ribu unit, sementara kendaraan roda empat sekitar 183 ribu unit. Pada Natal 2025, jumlah ini diprediksi meningkat menjadi lebih dari 538 ribu kendaraan roda dua dan sekitar 188 ribu kendaraan roda empat.
Prediksi Arus Tahun Baru Lebih Tinggi
Lonjakan tidak hanya terjadi saat Natal, tetapi juga berlanjut hingga momen Tahun Baru 2026. Dishub memprediksi jumlah kendaraan yang masuk Kota Malang pada periode pergantian tahun juga akan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Kendaraan roda dua diperkirakan mencapai lebih dari 419 ribu unit, sementara roda empat sekitar 162 ribu unit. Angka ini menunjukkan tren kenaikan konsisten dari tahun ke tahun, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk berlibur ke Malang dan sekitarnya.
Widjaja menjelaskan bahwa peningkatan ini merupakan konsekuensi logis dari pertumbuhan sektor pariwisata dan kemudahan akses transportasi. Namun demikian, kondisi tersebut memerlukan pengelolaan lalu lintas yang cermat agar tidak menimbulkan kemacetan parah dan risiko kecelakaan.
Titik Rawan Kepadatan Jadi Perhatian Utama
Dishub Kota Malang telah memetakan sejumlah titik rawan kepadatan yang menjadi fokus pengamanan selama Nataru. Beberapa ruas jalan yang diprediksi mengalami tekanan tinggi antara lain Jalan Ahmad Yani, koridor Soekarno-Hatta, kawasan Borobudur hingga Universitas Brawijaya, serta akses masuk kota dari arah Madyopuro.
Titik-titik tersebut dikenal sebagai kawasan dengan aktivitas tinggi, baik karena pusat kuliner, pusat pendidikan, maupun jalur utama wisata. Pada jam tertentu, volume kendaraan dapat meningkat tajam dan menyebabkan antrean panjang jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Jika terjadi kepadatan signifikan, kami akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional dan sementara. Semua langkah dilakukan dengan koordinasi penuh bersama kepolisian,” jelas Widjaja.
Rekayasa Lalu Lintas dan Pos Pantau Disiagakan
Sebagai langkah antisipasi, Dishub Kota Malang telah menyiapkan pos pantau dan pos pelayanan di sejumlah titik strategis. Pos-pos ini berfungsi untuk memantau arus kendaraan, memberikan informasi kepada pengguna jalan, serta menjadi pusat koordinasi jika terjadi gangguan lalu lintas.
Selain itu, pemanfaatan teknologi menjadi andalan utama. Sistem Area Traffic Control System (ATCS) dan jaringan CCTV kota dioptimalkan untuk memantau pergerakan kendaraan secara real-time. Dengan data tersebut, petugas dapat segera melakukan penyesuaian pengaturan lampu lalu lintas atau pengalihan arus bila diperlukan.
“Teknologi sangat membantu kami dalam mengambil keputusan cepat di lapangan. Dari hasil pemantauan, pengaturan tambahan bisa segera dilakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan,” tambah Widjaja.
Imbauan bagi Masyarakat dan Wisatawan
Dishub Kota Malang juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar merencanakan perjalanan dengan matang selama periode Nataru. Penggunaan aplikasi navigasi, pemilihan waktu perjalanan di luar jam puncak, serta mematuhi rambu lalu lintas dinilai sangat membantu mengurangi kepadatan.
Pengendara juga diminta untuk tidak memaksakan diri, menjaga kondisi fisik, serta memastikan kendaraan dalam keadaan layak jalan. Dengan meningkatnya volume kendaraan, kewaspadaan dan disiplin berlalu lintas menjadi kunci utama keselamatan.
Menjaga Kenyamanan di Tengah Lonjakan Mobilitas
Lonjakan arus lalu lintas saat Nataru 2025 di Kota Malang merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama. Pemerintah daerah melalui Dishub telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, mulai dari pemetaan titik rawan, rekayasa lalu lintas, hingga optimalisasi teknologi pemantauan.
Namun demikian, keberhasilan pengelolaan lalu lintas tidak hanya bergantung pada petugas di lapangan, melainkan juga pada kesadaran dan kerja sama seluruh pengguna jalan. Dengan perencanaan yang baik dan kepatuhan terhadap aturan, diharapkan masa libur Natal dan Tahun Baru di Kota Malang dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman bagi semua pihak.
Baca Juga : Festival Balon Udara Amanah Borneo Park Jadi Ikon Liburan Keluarga Akhir Tahun
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : beritabumi

