Jalan Nasional Kaltim Rusak, Gubernur Lapor ke AHY

Uncategorized

Kerusakan Jalan Jadi Perhatian Serius Pemerintah Daerah

Kondisi sejumlah ruas jalan nasional di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menjadi sorotan. Kerusakan parah yang terjadi di berbagai titik dinilai telah mengganggu mobilitas masyarakat serta distribusi logistik antarwilayah.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyatakan telah melaporkan secara langsung kondisi tersebut kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Laporan itu disampaikan Rudy saat mendampingi kunjungan kerja Menko AHY dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, pada Senin (12/1/2026).

“Untuk kondisi jalan nasional, tadi sudah saya sampaikan secara mendalam kepada Pak Menko saat berada di mobil,” ujar Rudy Mas’ud, dikutip dari Antara.


Jalur Kutai Barat–Samarinda Rusak Berat

Salah satu ruas yang paling memprihatinkan adalah jalur Kutai Barat–Samarinda. Rudy mengungkapkan bahwa kerusakan terjadi hampir di sepanjang lintasan, dengan lubang-lubang jalan yang memiliki kedalaman mencapai 50 hingga 60 sentimeter.

Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya kendaraan angkutan barang dan transportasi umum.

Pada awal Januari 2026, kerusakan parah bahkan menyebabkan jalur tersebut nyaris lumpuh total. Kendaraan harus melaju sangat pelan, sementara sebagian lainnya terpaksa berhenti karena khawatir mengalami kerusakan atau kecelakaan.


Pemprov Kaltim Desak Penanganan Darurat

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur segera mendesak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk melakukan penanganan darurat.

Upaya ini dilakukan agar akses vital antarwilayah tetap dapat dilalui meskipun belum masuk tahap perbaikan permanen.

Rudy menegaskan bahwa jalur Kutai Barat–Samarinda memiliki peran penting sebagai penghubung utama aktivitas ekonomi, distribusi bahan pokok, serta mobilitas masyarakat.

“Kalau jalur ini terganggu, dampaknya langsung terasa ke masyarakat,” ujarnya.


Akses Kutai Barat–Mahakam Ulu Terancam

Selain itu, jalur Kutai Barat–Mahakam Ulu juga mengalami kerusakan berat. Padahal, ruas ini merupakan satu-satunya akses darat yang menghubungkan wilayah Mahakam Ulu dengan daerah lain.

Kerusakan di jalur tersebut menyebabkan distribusi logistik terhambat, mulai dari bahan pangan, bahan bakar, hingga kebutuhan pokok masyarakat.

Situasi ini dinilai sangat krusial mengingat Mahakam Ulu termasuk wilayah dengan akses transportasi terbatas.


Pemprov Alokasikan Anggaran Rp90 Miliar

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp90 miliar untuk membantu percepatan perbaikan jalan rusak.

Dana tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan kerusakan berat sembari menunggu pembangunan permanen dari pemerintah pusat.

Rudy menargetkan perbaikan jalur Kutai Barat–Mahakam Ulu dapat diselesaikan secara bertahap sepanjang 2026 agar akses masyarakat kembali normal.

“Ini bentuk kepedulian pemerintah daerah agar aktivitas masyarakat tidak terhenti,” katanya.


Jalan Tol IKN Juga Jadi Sorotan

Dalam laporan kepada Menko AHY, Rudy turut menyoroti kondisi infrastruktur baru Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN).

Beberapa segmen tol, khususnya di Karangjoang dan Seksi 3A2, mengalami penurunan struktur akibat pergeseran tanah yang dipicu cuaca ekstrem dan hujan deras pada awal Januari 2026.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran mengingat tol IKN merupakan infrastruktur strategis nasional yang menunjang konektivitas kawasan ibu kota baru.


BBPJN Targetkan Perbaikan Sebelum Lebaran

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional menargetkan perbaikan ruas tol tersebut dapat diselesaikan sebelum arus mudik Lebaran 2026.

Langkah percepatan dilakukan agar jalur tetap aman dilalui dan tidak mengganggu mobilitas masyarakat maupun aktivitas pemerintahan di kawasan IKN.

Rudy menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas pekerjaan agar perbaikan tidak bersifat sementara.


Jalur Sangatta–Bengalon Nyaris Terputus

Selain wilayah barat dan tengah Kaltim, jalur Sangatta–Bengalon juga menjadi perhatian serius.

Kerusakan terjadi di kawasan crossing tambang yang menyebabkan permukaan jalan amblas dan nyaris memutus akses kendaraan.

Jika tidak segera ditangani, jalur tersebut berpotensi terputus total, mengingat tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas setiap hari.

Ruas ini memiliki peran strategis sebagai jalur distribusi logistik dan akses utama masyarakat di wilayah pesisir timur Kaltim.


Komitmen Menko AHY Kawal Perbaikan

Menanggapi laporan Gubernur Kaltim, Menko AHY disebut menyatakan komitmennya untuk mengawal penuh proses perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan nasional di wilayah tersebut.

Rudy menyebut Menko AHY memahami kondisi geografis dan tantangan cuaca ekstrem yang dihadapi Kalimantan Timur.

“Beliau berjanji akan mengawal pembangunan infrastruktur jalan-jalan nasional kita hingga tuntas,” ujar Rudy.


Infrastruktur Jadi Penopang Pembangunan Kaltim

Kerusakan jalan nasional dinilai menjadi tantangan besar bagi Kalimantan Timur yang tengah berperan strategis sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara.

Konektivitas yang andal sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, distribusi logistik, serta mobilitas aparatur negara dan masyarakat.

Oleh karena itu, percepatan perbaikan jalan menjadi agenda penting yang tidak bisa ditunda.


Harapan Pemulihan Bertahap pada 2026

Dengan adanya koordinasi langsung antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, Pemprov Kaltim berharap proses pemulihan infrastruktur dapat berjalan lebih cepat dan terintegrasi.

Rudy menegaskan bahwa pemerintah daerah siap berkolaborasi, baik melalui dukungan anggaran maupun fasilitasi lapangan.

Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan kelancaran akses transportasi dan memperkuat kesiapan Kalimantan Timur sebagai pusat pertumbuhan baru nasional.

Baca Juga : Dishub Bandung Benahi PJU di 18 Ruas Jalan 2026

Cek Juga Artikel Dari Platform : festajunina