Dishub Bandung Benahi PJU di 18 Ruas Jalan 2026

Uncategorized

Program Beautifikasi Jadi Fokus Pembangunan Kota

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menyiapkan program penataan dan peningkatan penerangan jalan umum (PJU) di 18 ruas jalan strategis sepanjang tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari agenda beautifikasi kota yang bertujuan mempercantik wajah Bandung sekaligus meningkatkan keamanan serta kenyamanan masyarakat.

Penerangan jalan dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan ruang publik yang aman, ramah, dan nyaman, terutama pada malam hari. Dengan pencahayaan yang baik, risiko kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminal dapat ditekan, sementara aktivitas ekonomi malam hari bisa berjalan lebih optimal.

Program ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Bandung untuk menghadirkan infrastruktur perkotaan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika.


Sebagian Ruas Jalan Sudah Mulai Dipelihara

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi Dishub Kota Bandung, Panji Kharismadi, menjelaskan bahwa dari total 18 ruas jalan yang masuk dalam program beautifikasi, sembilan ruas di antaranya sebenarnya telah memiliki PJU.

Namun, kondisi lampu penerangan tersebut dinilai perlu dilakukan pemeliharaan dan penataan ulang agar tampil lebih rapi serta sesuai dengan konsep estetika kota.

“Untuk sembilan ruas jalan, PJU-nya sudah ada. Tinggal pemeliharaan dan penyesuaian agar lebih rapi dan estetis. Pemeliharaan ini sudah kami mulai sejak Januari 2026,” ujar Panji.

Pemeliharaan tersebut meliputi pengecekan fungsi lampu, perbaikan jaringan kabel, penggantian lampu yang redup, serta penataan ulang posisi tiang agar tidak mengganggu trotoar maupun pandangan pengguna jalan.


Penataan Tak Sekadar Ganti Lampu

Menurut Panji, program beautifikasi PJU tidak hanya berfokus pada pencahayaan terang semata. Dishub juga memperhatikan unsur visual agar penerangan jalan dapat mendukung karakter kawasan.

Di beberapa ruas jalan, desain tiang lampu akan disesuaikan dengan konsep lingkungan sekitar, seperti kawasan heritage, pusat kota, hingga jalur protokol.

Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat identitas kota Bandung sebagai kota kreatif yang memiliki tata ruang harmonis.


Sembilan Ruas Jalan Masih Mengandalkan Tiang PLN

Selain ruas jalan yang telah memiliki PJU, sembilan ruas lainnya dinilai masih belum ideal dari sisi penerangan. Saat ini, penerangan di kawasan tersebut masih menumpang pada tiang milik PLN.

Kondisi ini dianggap kurang optimal karena pencahayaan tidak merata dan dari sisi estetika terlihat semrawut.

“Untuk sembilan ruas jalan yang belum memiliki PJU ideal, saat ini masih menggunakan lampu yang menumpang di tiang PLN,” jelas Panji.

Dishub menilai perlu adanya pembangunan PJU mandiri agar kualitas pencahayaan lebih baik sekaligus menciptakan tampilan jalan yang lebih tertata.


Perencanaan Dimulai Triwulan Pertama 2026

Untuk ruas jalan yang belum memiliki PJU ideal, Dishub menargetkan proses perencanaan teknis dimulai pada triwulan pertama 2026.

Tahap ini mencakup survei lapangan, perhitungan kebutuhan titik lampu, penentuan jenis tiang dan armatur, hingga penyusunan anggaran.

“Perencanaan kami targetkan mulai triwulan pertama 2026. Setelah itu, pembangunan fisiknya diharapkan bisa dimulai pada triwulan kedua,” kata Panji.

Perencanaan yang matang dianggap penting agar pembangunan berjalan efektif dan sesuai kebutuhan lapangan.


Pembangunan Dilakukan Bertahap

Dishub Kota Bandung menegaskan bahwa pembangunan dan penataan PJU akan dilakukan secara bertahap. Hal ini mempertimbangkan ketersediaan anggaran serta prioritas kawasan.

Ruas jalan strategis dengan tingkat aktivitas tinggi, kepadatan lalu lintas, serta potensi rawan kecelakaan akan menjadi prioritas utama.

Pendekatan bertahap juga dimaksudkan agar pekerjaan tidak mengganggu kelancaran lalu lintas secara signifikan.


Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan Warga

Peningkatan PJU tidak hanya berdampak pada keindahan kota, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Penerangan yang memadai mampu meningkatkan rasa aman pengguna jalan, baik pengendara maupun pejalan kaki. Selain itu, kawasan yang terang cenderung mengurangi potensi tindak kriminal pada malam hari.

Bagi pengendara, pencahayaan yang baik juga membantu meningkatkan visibilitas dan menekan risiko kecelakaan lalu lintas.


Dorong Aktivitas Ekonomi Malam Hari

Selain faktor keamanan, keberadaan PJU yang optimal juga dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi malam hari.

Kawasan kuliner, pusat perbelanjaan, hingga ruang publik akan terasa lebih hidup ketika pencahayaan mendukung.

Dengan demikian, program beautifikasi PJU turut berkontribusi terhadap pergerakan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas hidup warga kota.


Sinergi Antar Perangkat Daerah

Dishub Kota Bandung menyebut program ini tidak berjalan sendiri. Penataan PJU akan disinergikan dengan perangkat daerah lain, seperti Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Kolaborasi tersebut bertujuan memastikan pembangunan PJU selaras dengan penataan trotoar, drainase, taman kota, dan ruang publik lainnya.

Dengan koordinasi lintas sektor, wajah kota diharapkan terlihat lebih tertata dan nyaman.


Menuju Kota Bandung yang Lebih Ramah dan Estetis

Melalui penataan PJU di 18 ruas jalan strategis, Pemerintah Kota Bandung berharap dapat menciptakan lingkungan perkotaan yang aman, indah, dan ramah bagi semua kalangan.

Program ini juga menjadi bagian dari visi jangka panjang menjadikan Bandung sebagai kota yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga berkelanjutan dan berorientasi pada kualitas hidup warganya.

Dishub memastikan seluruh tahapan program akan dilakukan secara transparan dan sesuai regulasi agar hasilnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Baca Juga : Pembangunan JJLS Kelok 23 Capai 89 Persen, Lebaran Belum Dibuka

Cek Juga Artikel Dari Platform : iklanjualbeli