Asep Wahyuwijaya Bangun Jalan Enam Desa di Bogor

Berita Lokal

Pembangunan Jalan Jadi Aspirasi Warga Desa

Upaya pemerataan pembangunan infrastruktur terus dilakukan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Salah satu langkah nyata terlihat melalui pembangunan jalan desa yang kini telah rampung di enam desa yang tersebar di tiga kecamatan. Program ini menjadi jawaban atas aspirasi masyarakat yang selama bertahun-tahun menginginkan akses jalan yang lebih layak dan aman untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Pembangunan tersebut diperjuangkan oleh Asep Wahyuwijaya, anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem. Jalan-jalan yang sebelumnya sempit, rusak, dan sulit dilalui kini berubah menjadi akses yang lebih mulus, memberikan dampak langsung bagi mobilitas warga desa dan aktivitas ekonomi lokal.


Enam Desa di Tiga Kecamatan Nikmati Jalan Mulus

Realisasi pembangunan jalan ini mencakup enam desa yang berada di Kecamatan Tenjolaya, Cibungbulang, dan Leuwiliang. Di Kecamatan Tenjolaya, pembangunan dilakukan di Desa Cibitung dan Desa Situ Daun. Sementara itu, Kecamatan Cibungbulang mencakup Desa Cimanggu 2 dan Desa Dukuh. Adapun di Kecamatan Leuwiliang, pembangunan jalan menyentuh Desa Leuwiliang dan Desa Karehkel.

Keenam desa tersebut kini merasakan manfaat langsung dari infrastruktur jalan yang lebih baik. Akses antarwilayah menjadi lebih lancar, waktu tempuh berkurang, dan aktivitas warga, mulai dari pertanian hingga perdagangan, dapat berjalan lebih efisien dibandingkan sebelumnya.


Program PISEW Jadi Fondasi Pembangunan

Asep menjelaskan bahwa pembangunan jalan di enam desa tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) yang digagas oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Program PISEW memang dirancang untuk memperkuat infrastruktur dasar di wilayah perdesaan yang belum sepenuhnya terjangkau pembangunan.

Fokus utama program ini meliputi pembangunan jalan desa, jembatan, serta penyediaan sarana air bersih. Melalui PISEW, pemerintah pusat berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi desa sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat perdesaan secara berkelanjutan.


Dorong Ekonomi dan Kualitas Hidup Warga

Menurut Asep, tujuan utama dari program PISEW bukan hanya membangun fisik infrastruktur, tetapi juga menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang luas. Jalan yang baik akan membuka akses ke pasar, memudahkan distribusi hasil pertanian, serta memperlancar aktivitas pendidikan dan kesehatan.

Dengan infrastruktur yang memadai, desa-desa di Kabupaten Bogor diharapkan mampu berkembang lebih cepat dan tidak tertinggal dibandingkan wilayah perkotaan. Pemerataan pembangunan antara desa dan kota menjadi salah satu kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.


Konektivitas Jadi Kunci Percepatan Pembangunan

Asep menilai bahwa konektivitas infrastruktur memiliki peran sangat penting dalam mempercepat pergerakan ekonomi desa. Banyak wilayah perdesaan yang sebelumnya sulit berkembang karena keterbatasan akses jalan. Dengan adanya pembangunan ini, hambatan tersebut perlahan mulai teratasi.

Ia menekankan bahwa sebagian besar pembangunan jalan desa berawal dari jalan setapak atau pematang sawah yang kemudian diperlebar. Proses ini membutuhkan perencanaan matang serta dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah desa setempat.


Peran Masyarakat dan Pemerintah Desa

Keberhasilan pembangunan jalan di enam desa ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Asep mengungkapkan bahwa masyarakat turut berperan dengan menghibahkan lahan yang dibutuhkan untuk pelebaran jalan. Pemerintah desa kemudian mengonsolidasikan proses tersebut agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.

Selain itu, pengawasan langsung dari kementerian terkait juga menjadi faktor penting dalam memastikan kualitas pembangunan. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan berbasis aspirasi dapat direalisasikan secara efektif.


Komitmen Lanjutkan Program ke Desa Lain

Asep menegaskan bahwa pembangunan jalan di enam desa ini bukanlah akhir dari perjuangan. Ke depan, ia berkomitmen untuk terus mendorong program serupa agar menjangkau desa-desa lain di Kabupaten Bogor yang masih membutuhkan infrastruktur dasar.

Menurutnya, masih banyak wilayah perdesaan yang memerlukan perhatian serius, terutama dalam hal akses jalan dan konektivitas. Dengan dukungan program nasional seperti PISEW, pembangunan infrastruktur desa diharapkan dapat terus berlanjut secara bertahap dan merata.


Infrastruktur Desa sebagai Pondasi Pembangunan Nasional

Pembangunan jalan desa memiliki makna strategis dalam konteks pembangunan nasional. Infrastruktur yang kuat di tingkat desa akan memperkuat fondasi ekonomi nasional secara keseluruhan. Aktivitas ekonomi lokal yang tumbuh akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan stabilitas sosial.

Melalui realisasi pembangunan jalan di enam desa Bogor, Asep Wahyuwijaya menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat desa dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan konsistensi perjuangan. Jalan yang kini terbentang mulus bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga simbol harapan baru bagi pertumbuhan dan pemerataan pembangunan di wilayah perdesaan.

Baca Juga : Nataru 2025, Kepadatan Lalu Lintas Malang Diprediksi Meningkat

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : beritabumi