Pramono Janji Perbaiki Jalan Berlubang Usai Cuaca Ekstrem

Uncategorized

Jalan Berlubah Muncul Usai Banjir Surut

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan komitmennya untuk segera memperbaiki sejumlah ruas jalan berlubang di Ibu Kota. Kerusakan jalan tersebut banyak ditemukan setelah banjir surut akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Jakarta dalam beberapa pekan terakhir.

Lubang-lubang di jalan dinilai membahayakan keselamatan pengguna kendaraan, terutama pengendara roda dua. Beberapa warga bahkan mengunggah kejadian kecelakaan akibat jalan rusak ke media sosial dan menandai akun pribadi gubernur.

Pramono mengakui dirinya menerima banyak laporan langsung dari masyarakat terkait kondisi tersebut. Namun demikian, ia memilih untuk menunda perbaikan permanen hingga kondisi cuaca benar-benar membaik.


Alasan Perbaikan Ditunda Sementara

Menurut Pramono, perbaikan jalan berlubang di tengah cuaca ekstrem justru tidak efektif. Ia menjelaskan bahwa aspal yang ditambal saat hujan deras masih sering turun berpotensi kembali rusak dalam waktu singkat.

“Untuk hal yang berkaitan dengan jalan-jalan berlubang, termasuk kemarin saya juga di-tag oleh seseorang yang kemudian jatuh di Jalan Gatot Subroto. Tapi masalahnya, bila jalan berlubang itu kami perbaiki atau sempurnakan hari ini, pasti akan berlubang kembali,” ujar Pramono saat meninjau wilayah Rawa Buaya, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).

Ia menilai perbaikan yang dilakukan terburu-buru justru berisiko membuang anggaran tanpa hasil maksimal.


Menunggu Cuaca Ekstrem Benar-Benar Berlalu

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan di wilayah Jakarta masih tergolong tinggi hingga beberapa hari ke depan.

Karena itu, Pramono memutuskan perbaikan jalan akan dilakukan setelah Selasa, 27 Januari 2026, saat potensi hujan ekstrem diperkirakan mulai menurun.

“Setelah tanggal 27, lubang-lubang yang ada segera kami perbaiki,” tegasnya.

Langkah ini diambil agar pekerjaan perbaikan dapat bertahan lebih lama dan tidak kembali rusak akibat genangan air maupun hujan susulan.


Pengemudi Diminta Lebih Waspada

Sambil menunggu perbaikan dilakukan, Pramono mengimbau seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, khususnya di ruas-ruas yang rawan berlubang.

Beberapa titik yang banyak dikeluhkan warga berada di Jalan Jenderal Gatot Subroto dan Jalan HR Rasuna Said. Lubang yang tertutup genangan air kerap sulit terlihat, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

“Saya mengimbau kepada siapa pun sampai tanggal 27 yang berkendara di Jakarta mohon hati-hati. Karena percuma kami perbaiki hari ini, besok pasti lubang lagi,” ujar Pramono.

Imbauan tersebut ditujukan untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas selama masa cuaca ekstrem berlangsung.


Curah Hujan Tinggi Jadi Penyebab Utama

Pramono menjelaskan bahwa banjir yang kembali melanda Jakarta dipicu oleh curah hujan dengan intensitas sangat tinggi, bahkan melampaui ambang normal.

Berdasarkan data yang diterimanya, hujan dengan intensitas di atas 200 milimeter per hari terjadi pada beberapa waktu, antara lain pada 12 Januari, 18 Januari, dan 22 Januari 2026.

“Curah hujan rata-ratanya itu 200 mm per hari. Bahkan pada tanggal 18 Januari, ada titik-titik yang mencatat lebih dari 260 mm per hari,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menyebabkan banyak ruas jalan tergenang dan struktur aspal menjadi lebih cepat rusak.


Operasi Modifikasi Cuaca Diperpanjang

Untuk mengurangi potensi hujan ekstrem susulan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga Selasa, 27 Januari 2026.

OMC dilakukan dengan menyemai awan hujan di luar wilayah Jakarta agar intensitas hujan di ibu kota dapat ditekan.

“Minimum dua sorti, maksimum tiga sorti per hari,” kata Pramono.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah cepat untuk mengurangi dampak bencana hidrometeorologi yang sedang berlangsung.


Dampak Positif OMC Mulai Terlihat

Pramono mengungkapkan bahwa pelaksanaan OMC telah memberikan hasil yang cukup terasa. Setelah operasi dilakukan pada Jumat, kondisi cuaca pada Sabtu terlihat lebih cerah dan tidak terjadi hujan deras.

Bahkan, sinar matahari kembali muncul dan membantu proses pengeringan sejumlah wilayah yang sebelumnya tergenang.

“Masyarakat yang sekarang berada di tempat pengungsian bisa segera kembali ke tempat masing-masing. Curah hujan diharapkan bisa dikurangi,” ujarnya.

Kondisi ini diharapkan menjadi awal pemulihan aktivitas warga Jakarta.


Tetap Gunakan OMC Meski Dikritik

Kebijakan modifikasi cuaca bukan tanpa kritik. Sejumlah kelompok masyarakat sipil menilai OMC hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan persoalan banjir secara struktural.

Namun Pramono menyatakan tidak mempermasalahkan kritik tersebut. Ia menilai OMC merupakan solusi jangka pendek yang nyata manfaatnya di tengah kondisi darurat.

“Kalau mau mengkritik, kritik saya saja tidak apa-apa. Tapi inilah yang bisa kami lakukan untuk mengurangi curah hujan di Jakarta,” ucapnya.

Menurutnya, penanganan jangka panjang tetap berjalan melalui perbaikan drainase, normalisasi sungai, serta pembangunan infrastruktur pengendali banjir.


Perbaikan Jalan Jadi Prioritas Setelah Cuaca Normal

Setelah cuaca membaik, Pemprov DKI akan langsung mengerahkan dinas terkait untuk melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh, terutama di jalur utama dan kawasan dengan lalu lintas padat.

Perbaikan akan difokuskan pada metode yang lebih tahan air agar tidak cepat rusak saat musim hujan berikutnya.

Pramono menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah daerah.


Penutup

Komitmen Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk memperbaiki jalan berlubang menjadi harapan bagi warga ibu kota yang terdampak kerusakan infrastruktur akibat banjir dan cuaca ekstrem.

Meski perbaikan ditunda hingga kondisi cuaca stabil, pemerintah memastikan langkah tersebut dilakukan demi hasil yang lebih efektif dan tahan lama.

Dengan berkurangnya intensitas hujan serta diperpanjangnya Operasi Modifikasi Cuaca, Jakarta diharapkan segera memasuki fase pemulihan, baik dari banjir maupun kerusakan jalan yang membahayakan keselamatan masyarakat.

Baca Juga : Nasabah Kaya Makin Gemar Liburan, Kartu Travel Naik

Cek Juga Artikel Dari Platform : koronovirus