jalanjalan-indonesia.com Upaya memperkuat sektor pariwisata nasional terus dilakukan oleh Angkasa Pura Indonesia. Salah satu langkah strategis yang kini mendapat perhatian adalah rencana pengembangan destinasi wisata di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui holding pariwisata dan aviasi InJourney, Angkasa Pura Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan pariwisata daerah secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Direktur Utama Angkasa Pura Indonesia, Muhammad Rizal Pahlevi, menyampaikan bahwa kehadiran InJourney menjadi fondasi penting dalam menyinergikan berbagai aset dan layanan pariwisata di Indonesia. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan bandara, tetapi juga pada pengembangan destinasi, pengalaman wisata, serta peningkatan daya saing daerah tujuan wisata.
DIY dipandang sebagai wilayah strategis yang memiliki kekuatan besar di sektor pariwisata, baik dari sisi budaya, sejarah, maupun daya tarik alam. Dengan dukungan holding InJourney, potensi tersebut diharapkan dapat dikembangkan secara lebih optimal dan terarah.
DIY Sebagai Pusat Wisata Budaya dan Edukasi
Yogyakarta selama ini dikenal sebagai salah satu ikon pariwisata Indonesia. Kota ini memiliki kekayaan budaya yang kuat, mulai dari tradisi keraton, seni pertunjukan, hingga warisan sejarah yang menjadi daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara. Selain itu, DIY juga dikenal sebagai kota pendidikan dan pusat kegiatan kreatif yang terus berkembang.
Kombinasi antara budaya, pendidikan, dan kreativitas menjadikan DIY memiliki karakter pariwisata yang unik. Namun, potensi besar tersebut membutuhkan pengelolaan yang adaptif agar mampu menjawab perubahan tren wisata global. Wisatawan kini tidak hanya mencari destinasi, tetapi juga pengalaman yang autentik, nyaman, dan berkesinambungan.
Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, Angkasa Pura Indonesia melihat peluang untuk memperkuat posisi DIY sebagai destinasi unggulan dengan pendekatan yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal.
Peran InJourney dalam Pengembangan Destinasi
Holding InJourney dibentuk sebagai langkah strategis untuk mengintegrasikan sektor aviasi dan pariwisata. Dengan model ini, bandara tidak lagi dipandang sekadar sebagai pintu masuk dan keluar penumpang, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pariwisata yang lebih luas.
Di DIY, bandara berperan penting sebagai gerbang utama wisatawan. Integrasi antara layanan bandara, promosi destinasi, dan pengembangan atraksi wisata diharapkan mampu menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih menyeluruh. Wisatawan tidak hanya tiba dan pergi, tetapi juga mendapatkan kesan kuat sejak pertama kali menginjakkan kaki di daerah tujuan.
InJourney juga diharapkan dapat mendorong kolaborasi lintas sektor, mulai dari pelaku pariwisata, UMKM, hingga komunitas kreatif lokal. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari pariwisata dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah
Dalam pertemuan dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X, Angkasa Pura Indonesia menegaskan pentingnya kolaborasi antara BUMN dan pemerintah daerah. Sinergi ini menjadi kunci untuk memastikan pengembangan pariwisata berjalan selaras dengan visi pembangunan daerah.
Pemerintah DIY memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan pelestarian budaya. Oleh karena itu, setiap rencana pengembangan destinasi perlu mempertimbangkan aspek keberlanjutan, lingkungan, dan kearifan lokal.
Angkasa Pura Indonesia melalui InJourney menyatakan kesiapan untuk mendukung kebijakan daerah dengan pendekatan bisnis yang tetap mengedepankan kepentingan masyarakat dan kelestarian nilai budaya Yogyakarta.
Mendorong Pariwisata Berkelanjutan
Salah satu fokus utama pengembangan pariwisata saat ini adalah keberlanjutan. Pariwisata tidak lagi hanya diukur dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan sosial. DIY, dengan karakter budaya yang kuat, menjadi contoh penting bagaimana pariwisata harus tumbuh tanpa menggerus identitas lokal.
Melalui holding InJourney, Angkasa Pura Indonesia berupaya mendorong konsep pariwisata yang berorientasi pada kualitas. Hal ini mencakup peningkatan fasilitas, pengelolaan destinasi yang tertata, serta edukasi kepada wisatawan untuk menghargai budaya dan lingkungan setempat.
Pendekatan ini sejalan dengan tren wisata global yang semakin mengutamakan pengalaman bermakna dan bertanggung jawab.
Dampak Ekonomi dan Masa Depan Pariwisata DIY
Pengembangan pariwisata DIY melalui sinergi Angkasa Pura Indonesia dan InJourney diharapkan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Sektor pariwisata memiliki efek berganda terhadap berbagai bidang, mulai dari transportasi, akomodasi, kuliner, hingga ekonomi kreatif.
Dengan pengelolaan yang terintegrasi, DIY berpotensi memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga berdaya saing tinggi. Kehadiran InJourney membuka peluang baru bagi pengembangan destinasi yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Ke depan, langkah ini diharapkan menjadi contoh pengembangan pariwisata daerah lain di Indonesia, di mana sinergi antara aviasi, destinasi, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama pertumbuhan pariwisata nasional.

Cek Juga Artikel Dari Platform footballinfo.org
