Turis Arab Habiskan Rp33 Juta Saat Liburan di Indonesia

Berita Internasional

jalanjalan-indonesia.com Wisatawan asal Timur Tengah, khususnya turis Arab, menjadi salah satu segmen paling potensial dalam industri pariwisata Indonesia. Mereka dikenal memiliki daya beli tinggi, durasi liburan yang panjang, serta preferensi terhadap kenyamanan dan layanan premium. Dalam satu kali kunjungan, pengeluaran turis Arab di Indonesia bisa mencapai sekitar Rp33 juta, sebuah angka yang mencerminkan besarnya kontribusi mereka terhadap perekonomian pariwisata nasional.

Indonesia dipilih bukan tanpa alasan. Selain faktor budaya yang ramah terhadap wisatawan Muslim, Indonesia juga menawarkan iklim dan lanskap yang berbeda dari negara asal mereka. Daerah dengan suhu sejuk dan pemandangan alam hijau menjadi daya tarik utama, terutama kawasan Jawa Barat yang memiliki banyak destinasi favorit.


Destinasi Sejuk Jadi Favorit Wisatawan Arab

Kawasan pegunungan dan dataran tinggi seperti Puncak Bogor dan Bandung menjadi magnet utama bagi turis Arab. Suhu udara yang lebih dingin, pemandangan alam yang hijau, serta suasana yang relatif tenang menjadi kontras menarik dibandingkan kondisi iklim panas di Timur Tengah.

Di kawasan tersebut, wisatawan Arab kerap menghabiskan waktu dengan berjalan santai, menikmati alam, serta menginap di vila-vila eksklusif. Banyak di antara mereka datang bersama keluarga besar, sehingga memilih akomodasi yang luas dan privat sebagai tempat tinggal sementara.


Durasi Liburan Panjang Dorong Pengeluaran

Salah satu karakteristik turis Arab adalah durasi liburan yang panjang. Rata-rata masa tinggal mereka di Indonesia mencapai lebih dari 10 hari. Waktu yang panjang ini secara langsung berdampak pada besarnya pengeluaran selama berlibur.

Dengan durasi tersebut, wisatawan Arab tidak hanya berfokus pada satu destinasi. Mereka sering menjelajahi beberapa kota sekaligus, berpindah dari kawasan pegunungan ke pusat perbelanjaan, hingga destinasi kuliner. Pola liburan seperti ini membuat perputaran uang di sektor pariwisata menjadi lebih besar dan merata.


Belanja dan Gaya Hidup Luxury

Belanja menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman liburan turis Arab. Mereka dikenal tidak ragu mengeluarkan uang untuk kenyamanan dan kemewahan. Akomodasi bintang lima, vila eksklusif, hingga layanan pribadi menjadi pilihan utama.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menyebut bahwa wisatawan Arab pada dasarnya menyukai gaya hidup luxury. Oleh karena itu, belanja bukan menjadi beban, melainkan bagian dari pengalaman berlibur yang ingin mereka nikmati secara maksimal.


Akomodasi Vila dan Hunian Privat

Salah satu pos pengeluaran terbesar berasal dari akomodasi. Banyak turis Arab lebih memilih vila dibandingkan hotel konvensional. Vila menawarkan ruang yang luas, privasi tinggi, serta fasilitas lengkap seperti dapur, taman, dan kolam renang pribadi.

Pilihan ini sangat sesuai dengan karakter wisatawan Arab yang sering bepergian bersama keluarga besar. Satu vila dapat dihuni oleh beberapa keluarga sekaligus, sehingga tetap terasa nyaman meski liburan berlangsung cukup lama.


Kuliner Halal dan Pengalaman Bersantap

Indonesia dinilai unggul dalam menyediakan kuliner halal, yang menjadi kebutuhan utama wisatawan Arab. Namun, mereka tidak hanya mencari makanan halal, melainkan juga pengalaman bersantap yang berkualitas.

Restoran dengan layanan premium, menu internasional, hingga konsep makan privat menjadi favorit. Selain itu, banyak wisatawan Arab yang memanfaatkan jasa katering khusus selama menginap di vila, sehingga pengeluaran untuk kuliner pun tergolong tinggi.


Transportasi Pribadi dan Layanan Eksklusif

Dalam hal mobilitas, wisatawan Arab umumnya menggunakan transportasi pribadi. Penyewaan mobil mewah dengan sopir menjadi pilihan karena dinilai lebih nyaman dan fleksibel. Sopir yang memahami rute wisata dan mampu berkomunikasi dengan baik menjadi nilai tambah tersendiri.

Penggunaan layanan transportasi eksklusif ini menambah nilai belanja selama liburan. Selain itu, wisatawan Arab juga kerap menggunakan jasa pemandu wisata pribadi untuk memastikan pengalaman liburan berjalan lancar dan sesuai keinginan.


Belanja Ritel dan Produk Lokal

Pusat perbelanjaan modern, butik fesyen, hingga toko oleh-oleh premium menjadi destinasi belanja favorit. Wisatawan Arab tertarik pada produk fesyen, parfum, aksesoris, serta kerajinan lokal yang memiliki nilai seni dan keunikan budaya.

Belanja ini tidak selalu ditujukan sebagai oleh-oleh, tetapi juga untuk kebutuhan pribadi selama liburan. Hal ini menunjukkan besarnya potensi sektor ritel dalam menyerap belanja wisatawan premium.


Dampak Besar bagi Ekonomi Pariwisata

Pengeluaran hingga Rp33 juta per kunjungan memberikan dampak signifikan bagi ekonomi daerah. Pelaku usaha lokal, mulai dari pemilik vila, restoran, penyedia transportasi, hingga pekerja sektor pariwisata, merasakan manfaat langsung dari kehadiran wisatawan Arab.

Segmen ini dinilai strategis karena tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas belanja wisatawan. Dengan pengelolaan yang tepat, wisatawan Arab dapat menjadi salah satu pilar utama pengembangan pariwisata premium Indonesia.


Peluang Wisata Premium Indonesia

Fenomena tingginya belanja turis Arab menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar dalam mengembangkan wisata premium. Destinasi sejuk, layanan ramah Muslim, serta peningkatan kualitas fasilitas menjadi kunci untuk mempertahankan dan memperluas pasar ini.

Dengan strategi promosi yang tepat dan peningkatan layanan, wisatawan Arab berpotensi terus menjadikan Indonesia sebagai destinasi favorit. Tidak hanya sebagai tempat liburan, tetapi juga sebagai lokasi kembali untuk pengalaman wisata berkualitas tinggi dan berkesan.

Cek Juga Artikel Dari Platform koronovirus.site