Kepala BPSDM Perhubungan Pantau Angkutan Nataru 2025/2026

Uncategorized

Dalam rangka memastikan kelancaran dan keselamatan transportasi selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDM Perhubungan), Djarot Tri Wardhono, melaksanakan kunjungan kerja monitoring ke Provinsi Jawa Timur dan Bali pada Senin–Selasa, 29–30 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator transportasi, serta lembaga pendidikan di bawah Kementerian Perhubungan.

Lonjakan mobilitas masyarakat pada masa libur akhir tahun merupakan tantangan tahunan yang memerlukan kesiapan menyeluruh, baik dari sisi sarana prasarana, kualitas pelayanan, maupun kesiapan sumber daya manusia (SDM) transportasi. Oleh karena itu, monitoring langsung di lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh moda transportasi berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.


Monitoring Dimulai dari Bandar Udara Internasional Banyuwangi

Rangkaian kunjungan kerja diawali pada Senin (29/12) di Bandar Udara Internasional Banyuwangi. Di bandara ini, Kepala BPSDM Perhubungan meninjau kesiapan operasional penerbangan, mulai dari pelayanan penumpang, pengaturan jadwal penerbangan, hingga penerapan standar keselamatan dan keamanan penerbangan.

Bandara Banyuwangi dipilih sebagai lokasi awal monitoring karena perannya yang strategis dalam mendukung konektivitas udara di kawasan timur Jawa Timur, khususnya selama periode libur panjang. Peningkatan jumlah penumpang menjadi indikator penting untuk memastikan bahwa sistem pelayanan berjalan efektif tanpa mengorbankan aspek keselamatan.

Dalam peninjauan tersebut, Kepala BPSDM Perhubungan menekankan bahwa kualitas SDM penerbangan menjadi faktor krusial. Petugas bandara, awak pesawat, hingga personel ground handling harus berada dalam kondisi prima agar mampu memberikan pelayanan optimal di tengah lonjakan aktivitas.


Peran Pendidikan Vokasi di API Banyuwangi

Usai meninjau bandara, rombongan melanjutkan kunjungan ke Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Kunjungan ini menegaskan pentingnya peran lembaga pendidikan vokasi dalam menyiapkan SDM transportasi yang profesional dan kompeten.

Didampingi Direktur API Banyuwangi beserta jajaran pimpinan, Kepala BPSDM Perhubungan menerima paparan mengenai perkembangan pendidikan, kesiapan fasilitas, serta kontribusi akademi dalam memenuhi kebutuhan SDM sektor penerbangan nasional. Pendidikan vokasi dinilai sebagai tulang punggung keberlanjutan sektor transportasi, karena langsung mencetak tenaga kerja terampil yang siap terjun ke dunia operasional.

Monitoring di API Banyuwangi juga menjadi momen evaluasi kesiapan lembaga pendidikan dalam menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri transportasi yang terus berkembang, termasuk tantangan keselamatan dan pelayanan di masa puncak mobilitas seperti Nataru.


Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk, Titik Kritis Penyeberangan Jawa–Bali

Perjalanan monitoring dilanjutkan ke Pelabuhan Ketapang, salah satu pelabuhan penyeberangan tersibuk di Indonesia yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali. Di lokasi ini, Kepala BPSDM Perhubungan meninjau arus penumpang dan kendaraan, kesiapan kapal, serta koordinasi antarinstansi dalam mengelola lonjakan penyeberangan.

Pelabuhan Ketapang menjadi titik krusial selama Nataru karena tingginya arus wisatawan dan logistik menuju Bali. Pengelolaan yang tidak optimal dapat memicu antrean panjang dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Oleh sebab itu, koordinasi antara operator kapal, otoritas pelabuhan, dan aparat keamanan menjadi perhatian utama dalam monitoring ini.

Kunjungan kemudian berlanjut ke Pelabuhan Gilimanuk di Bali. Di pelabuhan ini, Kepala BPSDM Perhubungan didampingi Direktur Politeknik Transportasi Darat Bali, sebagai simbol kolaborasi lintas moda dan lintas lembaga pendidikan transportasi.

Monitoring di Gilimanuk difokuskan pada efektivitas pengaturan arus penyeberangan, penerapan protokol keselamatan, serta kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan kepada penumpang yang datang dan meninggalkan Pulau Bali selama libur akhir tahun.


Moda Kereta Api dan Terminal Bus di Jember

Pada Selasa (30/12), rangkaian kunjungan dilanjutkan ke Stasiun Jember. Di stasiun ini, Kepala BPSDM Perhubungan meninjau kesiapan sarana dan prasarana perkeretaapian, ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan kereta, serta aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Kereta api menjadi moda favorit masyarakat selama Nataru karena dinilai aman, nyaman, dan relatif tepat waktu. Oleh karena itu, kesiapan SDM perkeretaapian, mulai dari masinis hingga petugas layanan stasiun, menjadi aspek penting yang terus dipantau.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan monitoring di Terminal Tawang Alun, terminal utama angkutan umum di wilayah Jember. Peninjauan meliputi kesiapan armada bus, manajemen terminal, serta pengaturan arus penumpang untuk mengantisipasi lonjakan selama periode libur Nataru.


Data Mobilitas dan Prioritas Keselamatan

Monitoring lapangan ini sejalan dengan data Kementerian Perhubungan yang mencatat lebih dari 10,1 juta orang telah menggunakan angkutan umum selama sembilan hari periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 4,85 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Meskipun terjadi peningkatan mobilitas, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Kementerian Perhubungan terus menekankan pengawasan operasional, peningkatan kesiapsiagaan petugas, serta imbauan kepada masyarakat agar mematuhi aturan dan arahan petugas di lapangan.


Sinergi sebagai Kunci Transportasi Nataru

Melalui kunjungan kerja ini, Kepala BPSDM Perhubungan menegaskan bahwa sinergi antarlembaga merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan Angkutan Nataru. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator moda, serta lembaga pendidikan transportasi menjadi fondasi dalam menghadirkan layanan transportasi yang andal dan berkeselamatan.

Pendekatan kolaboratif ini diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek selama libur akhir tahun, tetapi juga menjadi model pengelolaan transportasi nasional yang berkelanjutan. Dengan SDM yang kompeten, sarana prasarana yang siap, serta koordinasi yang solid, sektor transportasi Indonesia diharapkan mampu terus mendukung mobilitas masyarakat secara aman, tertib, dan nyaman di seluruh wilayah tanah air.

Baca Juga : Kemenkum Banten Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal Saat WFA Nataru

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : lagupopuler