Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu menjadi momen yang dinantikan banyak orang. Di penghujung tahun 2025, jutaan masyarakat Indonesia memanfaatkan waktu libur untuk bepergian, baik untuk mudik, berwisata, maupun sekadar rehat dari rutinitas pekerjaan. Namun, tanpa persiapan yang matang, liburan yang seharusnya menyenangkan justru bisa berubah menjadi pengalaman melelahkan dan penuh risiko.
Melihat tingginya mobilitas masyarakat, Kementerian Pariwisata (Kemenpar RI) membagikan sejumlah tips praktis melalui akun resmi Instagramnya. Tips ini dirancang singkat, padat, dan relevan dengan kondisi libur Nataru 2025, agar perjalanan masyarakat tetap aman, nyaman, dan berkesan hingga kembali ke rumah.
Berikut rangkuman dan pengembangan tips dari Kemenpar RI yang bisa menjadi panduan penting sebelum dan selama liburan akhir tahun.
Perencanaan Matang Jadi Kunci Liburan Nyaman
Tips pertama yang ditekankan Kemenpar RI adalah pentingnya perencanaan matang. Banyak orang tergoda berangkat liburan secara spontan, namun pada periode Nataru, hal tersebut berisiko menimbulkan berbagai kendala, mulai dari kehabisan tiket, lonjakan harga, hingga kelelahan akibat jadwal yang tidak teratur.
Perencanaan liburan sebaiknya dibagi ke dalam tiga fase utama. Fase awal mencakup perjalanan dan adaptasi. Di tahap ini, wisatawan disarankan tidak langsung memadatkan agenda. Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri setelah perjalanan jauh, terutama jika menggunakan moda transportasi darat atau udara dalam waktu lama.
Fase tengah merupakan inti eksplorasi. Pada tahap ini, wisatawan bisa menjadwalkan kunjungan ke destinasi utama, mencoba aktivitas wisata unggulan, atau mengikuti agenda budaya setempat. Meski demikian, Kemenpar mengingatkan agar aktivitas tidak terlalu dipadatkan dalam satu hari.
Fase akhir difokuskan pada aktivitas ringan dan rehat. Banyak pelancong sering melupakan tahap ini dan langsung pulang dalam kondisi kelelahan. Padahal, menutup liburan dengan kegiatan santai akan membantu tubuh dan pikiran bertransisi sebelum kembali beraktivitas normal.
Menjaga Kesehatan Tubuh Selama Libur Panjang
Libur Nataru identik dengan jadwal padat, jam tidur tidak teratur, dan perubahan pola makan. Karena itu, menjaga kesehatan menjadi tips kedua yang sangat ditekankan oleh Kemenpar RI.
Tubuh yang fit akan membuat liburan terasa lebih menyenangkan. Wisatawan disarankan untuk tidak menumpuk aktivitas berat dalam satu hari. Jika telah menempuh perjalanan jauh, sebaiknya lakukan kegiatan ringan terlebih dahulu, seperti berjalan santai, menikmati kuliner lokal, atau beristirahat di penginapan.
Peka terhadap sinyal tubuh juga sangat penting. Rasa pusing, lelah berlebihan, atau mual sebaiknya tidak diabaikan. Memaksakan diri justru berpotensi menurunkan daya tahan tubuh dan mengganggu sisa waktu liburan.
Kemenpar juga menyarankan wisatawan selalu membawa obat-obatan pribadi dan perlengkapan P3K. Hal ini penting terutama bagi wisatawan yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, bepergian bersama anak-anak, atau mengunjungi destinasi dengan akses fasilitas kesehatan terbatas.
Dokumen Penting Wajib Disiapkan Sejak Awal
Tips ketiga yang tak kalah penting adalah memastikan dokumen perjalanan tersimpan rapi dan aman. Pada musim liburan, kasus kehilangan barang sering meningkat akibat padatnya aktivitas dan keramaian.
Dokumen seperti KTP, SIM, tiket transportasi, bukti reservasi hotel, hingga kartu asuransi perjalanan sebaiknya disimpan dalam satu tempat khusus. Untuk mengantisipasi kehilangan, wisatawan dianjurkan menyimpan salinan digital di ponsel atau email pribadi.
Bagi yang bepergian ke luar daerah atau luar negeri, pastikan dokumen masih berlaku dan sesuai dengan persyaratan terbaru. Kesalahan kecil pada dokumen bisa berdampak besar, mulai dari tertundanya perjalanan hingga pembatalan agenda liburan.
Bijak Memilih Transportasi dan Waktu Perjalanan
Selain tiga poin utama di atas, Kemenpar RI juga mengingatkan pentingnya memilih moda transportasi dan waktu perjalanan secara bijak. Periode Nataru dikenal sebagai puncak kepadatan lalu lintas, baik di jalan raya, bandara, maupun pelabuhan.
Jika memungkinkan, pilih waktu keberangkatan di luar jam favorit, seperti dini hari atau tengah malam. Selain lebih lancar, kondisi ini juga membantu mengurangi stres akibat kemacetan panjang.
Bagi pengguna kendaraan pribadi, pastikan kendaraan dalam kondisi prima. Pemeriksaan ban, rem, oli, dan lampu sebaiknya dilakukan sebelum berangkat. Sementara bagi pengguna transportasi umum, datang lebih awal ke titik keberangkatan akan menghindarkan dari risiko tertinggal.
Tetap Waspada di Destinasi Wisata
Destinasi wisata yang ramai memerlukan kewaspadaan ekstra. Kemenpar mengimbau wisatawan untuk selalu menjaga barang pribadi, terutama di tempat umum seperti pasar wisata, pantai, atau pusat kuliner.
Selain itu, patuhi aturan dan rambu keselamatan di setiap destinasi. Larangan berenang, batas area aman, serta imbauan cuaca bukan sekadar formalitas, melainkan langkah perlindungan bagi wisatawan.
Cuaca pada akhir tahun juga cenderung tidak menentu. Hujan lebat, angin kencang, atau gelombang tinggi bisa terjadi sewaktu-waktu. Oleh karena itu, wisatawan disarankan rutin memantau informasi cuaca dan mengikuti arahan petugas setempat.
Liburan Berkualitas, Bukan Sekadar Banyak Destinasi
Kemenpar RI juga menekankan bahwa esensi liburan bukan pada jumlah destinasi yang dikunjungi, melainkan kualitas pengalaman. Liburan yang terlalu dipaksakan justru berpotensi menimbulkan kelelahan fisik dan mental.
Dengan perencanaan yang realistis, menjaga kesehatan, serta kesiapan dokumen dan transportasi, libur Nataru 2025 bisa menjadi momen berharga untuk mengisi ulang energi dan mempererat kebersamaan dengan orang terdekat.
Liburan yang aman dan nyaman bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kesadaran setiap individu. Dengan mengikuti tips dari Kemenpar RI, diharapkan masyarakat dapat menikmati perjalanan akhir tahun dengan lebih tenang, selamat, dan penuh kenangan positif.
Baca Juga : Kesiapan Jalan Nasional Banten Jelang Libur Nataru 2025/2026
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : outfit

