Pemerintah Desa Pasar Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, memastikan pembangunan akses jalan menuju kawasan wisata pantai abrasi Pasar Ipuh telah selesai sepenuhnya. Rampungnya proyek ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan pariwisata desa, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Kepala Desa Pasar Ipuh, Kecamatan Ipuh, Anang Topriasyah, menyampaikan bahwa pembangunan jalan tersebut menggunakan sebagian Dana Desa Tahun 2025. Jalan rabat beton yang dibangun memiliki panjang sekitar 445 meter dan selama ini dikenal sulit dilalui kendaraan bermotor, terutama saat musim hujan. Dengan selesainya pembangunan ini, akses menuju kawasan wisata pantai abrasi Pasar Ipuh kini jauh lebih mudah dan aman bagi pengunjung.
Akses Wisata yang Lebih Layak dan Aman
Sebelum adanya pembangunan jalan baru, wisatawan yang ingin berkunjung ke pantai abrasi Pasar Ipuh harus melewati jalur tanah yang licin dan berlubang. Kondisi tersebut kerap menjadi kendala utama, terutama bagi wisatawan luar desa yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Kehadiran jalan rabat beton ini diharapkan mampu menghilangkan hambatan tersebut.
Menurut Anang, anggaran Dana Desa yang dialokasikan untuk proyek ini mencapai sekitar Rp317 juta. Pembangunan jalan ini bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi jangka panjang desa dalam mengembangkan potensi wisata pantai yang dimiliki.
“Jalan ini dibangun agar pengunjung lebih mudah menjangkau lokasi wisata. Selama ini aksesnya cukup sulit, sehingga dengan adanya jalan rabat beton ini, wisata pantai abrasi Pasar Ipuh bisa lebih dikenal dan ramai dikunjungi,” ujarnya.
Bagian dari Pengembangan Wisata Desa
Pembangunan jalan tersebut merupakan pembangunan baru yang menambah panjang akses jalan menuju kawasan wisata pantai. Di dalam area objek wisata sebenarnya telah terdapat akses jalan lama, namun keberadaan jalan baru ini berfungsi memperluas jangkauan serta memperlancar mobilitas pengunjung hingga ke titik-titik tertentu di kawasan pantai.
Pantai abrasi Pasar Ipuh dikenal memiliki karakteristik garis pantai yang unik akibat proses abrasi alam. Meski demikian, kawasan ini justru memiliki daya tarik tersendiri karena menyuguhkan panorama laut yang alami dan relatif masih sepi dari hiruk pikuk wisata massal. Dengan akses jalan yang lebih baik, potensi tersebut kini semakin terbuka untuk dikembangkan.
Penambahan Fasilitas Pendukung Wisata
Selain membangun jalan rabat beton, Pemerintah Desa Pasar Ipuh juga melengkapi kawasan wisata pantai dengan lampu penerangan jalan. Lampu-lampu tersebut dipasang di sepanjang akses menuju pantai guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan, terutama bagi pengunjung yang datang pada sore hari atau menjelang malam.
Desa Pasar Ipuh sendiri berjarak sekitar 100 kilometer dari ibu kota Kabupaten Mukomuko. Dengan jarak yang cukup jauh tersebut, ketersediaan infrastruktur yang memadai menjadi faktor krusial dalam menarik minat wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.
Tidak hanya itu, dalam beberapa tahun terakhir, desa juga rutin mengalokasikan anggaran Dana Desa untuk kegiatan penghijauan di kawasan pantai. Penanaman pohon dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi dampak abrasi yang terus menggerus garis pantai.
Dukungan dari Pemerintah Pusat dan Balai Sungai
Upaya pengembangan kawasan pantai abrasi Pasar Ipuh tidak hanya dilakukan oleh pemerintah desa. Anang menjelaskan bahwa Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII juga turut berperan dalam pengamanan kawasan pantai. BWS telah membangun beton pengaman pantai untuk menahan laju abrasi yang berpotensi merusak wilayah pesisir.
Selain itu, BWS Sumatera VII juga membangun sembilan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di sepanjang pantai. Fasilitas ini bertujuan untuk menjaga kebersihan kawasan wisata agar tetap nyaman dan ramah lingkungan bagi pengunjung. Dengan adanya TPS, wisatawan diharapkan lebih sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Dampak Positif bagi Kunjungan Wisata
Penambahan sarana dan prasarana yang dilakukan secara bertahap mulai menunjukkan hasil positif. Menurut Anang, jumlah kunjungan wisatawan ke pantai abrasi Pasar Ipuh mengalami peningkatan, baik dari warga desa setempat maupun dari luar wilayah.
Peningkatan kunjungan ini memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Beberapa warga mulai memanfaatkan momentum tersebut dengan membuka usaha kecil seperti warung makanan, minuman, dan jasa parkir sederhana di sekitar kawasan pantai.
Dengan jumlah penduduk sekitar 680 jiwa yang tersebar dalam 175 kepala keluarga, sektor pariwisata dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat Desa Pasar Ipuh.
Harapan ke Depan
Pemerintah Desa Pasar Ipuh berharap, selesainya pembangunan jalan wisata ini dapat menjadi awal dari pengembangan wisata pantai yang lebih terencana dan berkelanjutan. Ke depan, desa berencana untuk terus menambah fasilitas pendukung lainnya, seperti tempat duduk, area swafoto, serta penataan kawasan yang lebih rapi dan ramah pengunjung.
Selain fokus pada pembangunan fisik, desa juga menaruh perhatian pada aspek pelestarian lingkungan. Penghijauan dan pengelolaan sampah akan terus menjadi prioritas agar kawasan pantai tetap terjaga keindahannya dan tidak rusak akibat aktivitas wisata.
Dengan infrastruktur yang semakin baik dan dukungan berbagai pihak, Pantai Abrasi Pasar Ipuh kini memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan di wilayah Mukomuko. Rampungnya pembangunan jalan wisata ini menjadi bukti nyata bahwa Dana Desa, jika dikelola dengan tepat, mampu memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan desa.
Baca Juga : 21 Wisata Batu Jawa Timur Terbaik yang Wajib Dikunjungi
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : beritapembangunan

