Protes Jalan Rusak, Kades Lombok Tengah Mandi Lumpur

Berita Lokal

Aksi Unik Kades Jadi Sorotan Publik

Sebuah video yang memperlihatkan aksi tidak biasa seorang kepala desa di Lombok Tengah mendadak viral di media sosial. Dalam video tersebut, Kepala Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, terlihat mandi lumpur di tengah jalan yang rusak parah. Aksi ini sontak menyedot perhatian warganet karena dilakukan langsung di jalur yang kerap dilalui wisatawan.

Kepala desa yang diketahui bernama Selamat Riadi, atau akrab disapa Rebe, tampak duduk di kubangan jalan berlumpur sambil menyiramkan air ke kepala dan tubuhnya. Dengan menggunakan gayung berwarna hijau, ia menunjukkan secara langsung kondisi jalan yang dinilai sudah tidak layak dilalui.


Jalur Wisata dengan Lalu Lintas Tinggi

Jalan yang menjadi lokasi aksi tersebut merupakan jalur wisata yang menghubungkan sejumlah destinasi di wilayah Lombok Tengah. Tingginya intensitas kendaraan, baik mobil pribadi maupun kendaraan wisata, membuat kondisi jalan semakin cepat rusak, terlebih saat musim hujan.

Warga setempat menyebut jalan tersebut kerap dilalui kendaraan bertonase besar serta arus lalu lintas yang padat setiap harinya. Kondisi ini membuat upaya perbaikan sementara yang dilakukan pemerintah desa sulit bertahan lama.


Spontanitas di Tengah Kekecewaan

Saat dikonfirmasi, Rebe menjelaskan bahwa aksinya dilakukan secara spontan. Ia mengaku refleks melakukan protes tersebut karena merasa upaya perbaikan jalan yang dilakukan selama ini belum membuahkan hasil maksimal.

Menurutnya, selama hampir sepekan warga dan perangkat desa sudah melakukan tambal sulam jalan. Namun, karena lalu lintas yang sangat tinggi, jalan yang belum kering kembali rusak akibat dilindas kendaraan yang terus melintas.


Tambal Sulam Tak Bertahan Lama

Rebe mengungkapkan bahwa perbaikan darurat yang dilakukan bersifat sementara. Jalan yang baru ditambal belum sempat dipadatkan dengan alat berat, namun sudah kembali dilewati kendaraan dalam jumlah besar.

Akibatnya, material tambalan kembali hancur dan berubah menjadi kubangan lumpur. Kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua dan wisatawan yang tidak familiar dengan medan jalan setempat.


Protes Demi Keselamatan dan Pariwisata

Aksi mandi lumpur ini bukan semata-mata untuk mencari perhatian, melainkan sebagai bentuk keprihatinan terhadap keselamatan pengguna jalan. Rebe menilai, jika kondisi jalan terus dibiarkan, potensi kecelakaan akan semakin besar, apalagi jalur tersebut merupakan akses wisata.

Selain keselamatan, ia juga menyoroti dampak terhadap citra pariwisata Lombok. Jalan rusak di jalur wisata dinilai dapat menurunkan kenyamanan dan minat kunjungan wisatawan, yang pada akhirnya berdampak pada ekonomi masyarakat setempat.


Respons Publik dan Harapan Perbaikan

Video aksi Rebe dengan cepat menyebar dan menuai beragam reaksi dari masyarakat. Banyak warganet menyatakan simpati dan mendukung langkah sang kepala desa yang dianggap berani menyuarakan aspirasi warga dengan cara unik.

Warga Desa Bonder berharap aksi tersebut dapat membuka mata pihak terkait agar segera melakukan perbaikan permanen. Mereka menginginkan jalan tersebut diperbaiki secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam, agar mampu menahan beban lalu lintas yang tinggi.


Jalan Rusak Jadi Masalah Klasik Daerah Wisata

Kasus jalan rusak di Lombok Tengah ini mencerminkan persoalan klasik di banyak daerah wisata. Tingginya mobilitas kendaraan sering kali tidak diimbangi dengan kualitas infrastruktur yang memadai.

Aksi mandi lumpur yang dilakukan Kepala Desa Bonder menjadi simbol kegelisahan masyarakat desa terhadap lambannya penanganan infrastruktur. Kini, publik menunggu langkah konkret dari pihak berwenang agar protes unik tersebut berujung pada solusi nyata bagi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Baca Juga : Trafik Tol Trans Sumatera Naik Tajam Jelang Nataru

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : beritagram