Liburan Singkat Jadi Gaya Baru Wisatawan Indonesia

Berita Lokal

Pola liburan masyarakat Indonesia mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya perjalanan jauh dan liburan panjang menjadi dambaan, kini wisatawan lebih memilih liburan singkat dengan lingkup yang lebih akrab. Perubahan ini terungkap dalam laporan Tourism Trends 2025 & Outlook 2026: Redefining The New Shape of Travel yang dirilis oleh biro perjalanan daring tiket.com.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin mengutamakan perjalanan domestik berdurasi pendek yang berbasis momentum, seperti long weekend dan hari libur nasional. Liburan tidak lagi dipandang sebagai agenda besar yang membutuhkan perencanaan panjang, melainkan rutinitas sederhana untuk melepas penat dan mempererat hubungan dengan orang-orang terdekat.

“Hasil riset ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin mengutamakan perjalanan domestik singkat berbasis momentum,” ujar Chief Strategy Officer tiket.com, Tifanny Tjiptoning, dalam konferensi pers di Jakarta.

Liburan Singkat Jadi Rutinitas Baru

Data tiket.com menunjukkan hampir 70 persen perjalanan wisata berlangsung dalam durasi satu hingga tiga hari. Pola ini menggambarkan kebiasaan baru masyarakat yang memanfaatkan waktu libur secara efisien tanpa harus mengorbankan terlalu banyak waktu kerja atau sekolah.

Long weekend dan hari libur nasional menjadi pemicu utama lonjakan perjalanan. Setiap kali kalender menunjukkan libur panjang, permintaan terhadap transportasi, akomodasi, dan atraksi wisata meningkat signifikan. Liburan singkat pun berubah menjadi rutinitas yang mudah direncanakan dan fleksibel.

Pola ini diproyeksikan semakin stabil pada 2026. Perjalanan keluarga dan wisata domestik akan tetap menjadi penggerak utama pariwisata Indonesia, seiring dengan gaya hidup masyarakat yang semakin menghargai keseimbangan antara pekerjaan dan waktu bersama keluarga.

Bepergian dengan Lingkup Lebih Akrab

Selain durasi perjalanan, lingkup bepergian juga mengalami perubahan. Wisatawan Indonesia kini lebih nyaman berlibur bersama keluarga inti atau teman dekat. Liburan dalam lingkaran kecil dinilai lebih aman, fleksibel, dan sesuai dengan preferensi personal.

Pendekatan ini membuat perjalanan terasa lebih intim dan bermakna. Wisata tidak hanya menjadi aktivitas rekreasi, tetapi juga sarana membangun kembali kedekatan emosional. Banyak wisatawan menjadikan liburan sebagai momen untuk memperkuat relasi keluarga yang kerap tergerus kesibukan sehari-hari.

Chief Data Officer Lokadata, Suwandi Ahmad, menyebut bahwa preferensi ini juga dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu. Pandemi COVID-19 membentuk kebiasaan masyarakat untuk lebih selektif dalam berinteraksi dan bepergian.

“Asumsi kami awalnya ini ditopang oleh trauma-trauma ketika pandemi, di mana orang merasa lebih nyaman berkumpul dengan lingkaran yang sangat erat,” ujar Suwandi.

Vila Menggeser Popularitas Hotel

Perubahan pola liburan ini berdampak langsung pada pilihan akomodasi. Riset menunjukkan adanya pergeseran signifikan dari hotel ke penginapan non-hotel, terutama vila. Sepanjang 2025, pemesanan vila tercatat meningkat hingga 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Vila menjadi pilihan favorit karena mampu mengakomodasi perjalanan berkelompok. Wisatawan yang berlibur bersama keluarga besar atau teman-teman mencari ruang yang lebih luas, privat, dan nyaman untuk beraktivitas bersama.

Berbeda dengan hotel yang cenderung memisahkan tamu ke dalam kamar-kamar terpisah, vila memungkinkan seluruh anggota keluarga berkumpul dalam satu area. Hal ini dinilai lebih mendukung suasana kebersamaan dan relaksasi.

Selain itu, vila seringkali menawarkan fasilitas tambahan seperti dapur, ruang keluarga, dan area bermain anak. Fasilitas tersebut menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan santai tanpa harus keluar lokasi penginapan.

Playground Lokal Makin Diminati

Tren kebersamaan juga tercermin dari lonjakan pemesanan atraksi wisata. Salah satu kategori yang mencatat pertumbuhan paling tinggi adalah taman bermain atau playground. Data menunjukkan pemesanan tiket playground melonjak hingga 71 persen.

Bagi keluarga urban, taman bermain menjadi solusi liburan praktis. Lokasinya relatif dekat, mudah dijangkau, dan menawarkan hiburan untuk berbagai usia. Orang tua dapat mengajak anak-anak berlibur tanpa harus menempuh perjalanan jauh atau menginap lama.

Playground lokal kini tidak hanya dipandang sebagai tempat hiburan anak, tetapi juga ruang rekreasi keluarga. Konsepnya semakin berkembang, menggabungkan edukasi, aktivitas fisik, dan pengalaman tematik yang menarik.

Perjalanan Lebih Modular dan Fleksibel

Tifanny Tjiptoning menilai perubahan ini membuka peluang baru bagi industri pariwisata. Pertumbuhan akomodasi dan atraksi yang pesat memungkinkan hadirnya produk perjalanan yang lebih modular, family-friendly, dan terintegrasi dengan inspirasi digital.

Wisatawan kini cenderung merencanakan perjalanan secara bertahap. Transportasi sering kali dipesan lebih dulu, disusul akomodasi dan atraksi. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas lebih besar dalam menyesuaikan anggaran dan waktu.

Inspirasi perjalanan pun banyak datang dari platform digital. Media sosial menjadi pintu awal bagi wisatawan untuk menemukan destinasi, aktivitas, dan penginapan yang sesuai dengan kebutuhan liburan singkat.

Dampak Positif bagi Pariwisata Domestik

Tren liburan singkat dan akrab membawa dampak positif bagi pariwisata domestik. Destinasi-destinasi lokal yang sebelumnya kurang terekspos kini mendapatkan perhatian lebih besar. Kota penyangga, kawasan pinggiran, hingga destinasi keluarga di dalam kota ikut merasakan peningkatan kunjungan.

Selain itu, perputaran ekonomi menjadi lebih merata. Wisata tidak hanya terkonsentrasi di destinasi populer, tetapi menyebar ke berbagai wilayah dengan skala perjalanan yang lebih kecil namun frekuensinya tinggi.

Menuju Pola Wisata yang Lebih Berkelanjutan

Pergeseran ini menandai fase baru pariwisata Indonesia yang lebih matang. Wisatawan tidak lagi mengejar jarak atau gengsi, melainkan kualitas waktu dan kedekatan emosional. Liburan singkat bersama keluarga atau teman dekat menjadi bentuk rekreasi yang relevan dengan gaya hidup masa kini.

Ke depan, tren ini diperkirakan terus berlanjut. Dengan dukungan infrastruktur, kemudahan digital, dan inovasi produk wisata, liburan singkat akan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Pariwisata pun bergerak ke arah yang lebih inklusif, akrab, dan berkelanjutan—di mana perjalanan bukan sekadar pergi, tetapi tentang kembali dengan hubungan yang lebih erat.

Baca Juga : Desa Wisata Indonesia Bersinar di Panggung Dunia

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : kabarsantai