Banyak Ruas Jalan Berlubang di Pangkalan Kerinci, Warga Keluhkan Bahaya dan Lambatnya Perbaikan

Berita Lokal

jalanjalan-indonesia.com Sejumlah ruas jalan di Pangkalan Kerinci, pusat pemerintahan Kabupaten Pelalawan, kembali menjadi sorotan warga. Meski pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk perawatan rutin, banyak titik jalan yang masih terlihat berlubang. Kondisi ini membuat pengguna jalan merasa tidak aman, terutama pada malam hari ketika situasi semakin gelap dan jarak pandang terbatas.

Kerusakan ini sudah berlangsung cukup lama. Namun perbaikan yang dilakukan belum memberikan hasil maksimal. Warga mengaku sudah sering melewati jalan berlubang itu dan harus berhati-hati setiap kali melintas. Kondisi ini membuat banyak pengendara merasa waswas karena lubang sering muncul di titik yang tidak terduga.

Lubang yang Tersebar di Banyak Titik Jalan

Pantauan warga menunjukkan bahwa lubang-lubang tersebut tersebar di berbagai lokasi strategis. Beberapa lubang berukuran kecil, tetapi banyak juga yang cukup dalam dan bisa membahayakan pengendara sepeda motor. Titik-titik yang mengalami kerusakan lebih parah umumnya berada di ruas jalan yang sering dilalui kendaraan bertonase berat.

Kendaraan besar seperti truk pengangkut hasil industri dan logistik diduga menjadi salah satu penyebab kerusakan. Selain itu, kondisi jalan yang tidak diperkuat untuk menahan beban berlebih membuat permukaan aspal mudah retak dan berlubang. Dalam beberapa kasus, lubang yang awalnya kecil membesar dengan cepat akibat tekanan kendaraan yang melintas setiap hari.

Risiko Kecelakaan Meningkat saat Musim Hujan

Bahaya semakin bertambah ketika hujan turun. Genangan air yang menutup lubang membuat permukaan jalan terlihat rata. Dari kejauhan, pengendara tidak bisa membedakan mana jalan yang aman dan mana yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Banyak pengendara terpaksa menurunkan kecepatan secara drastis untuk menghindari insiden.

Situasi ini dinilai cukup mengganggu arus lalu lintas. Jalan yang seharusnya dapat dilalui dengan lancar, justru berubah menjadi jalur yang harus diwaspadai. Pengendara roda dua menjadi pihak yang paling rentan. Mereka harus fokus menghindari lubang agar tidak terjatuh atau merusak kendaraan.

Keluhan Warga yang Mulai Meningkat

Warga Pangkalan Kerinci sudah lama menyuarakan keluhan terkait kerusakan jalan ini. Banyak yang merasa bahwa perbaikan tidak kunjung dilakukan meski kondisi jalan semakin memburuk. Komentar warga yang merasa khawatir semakin sering terdengar, terutama dari mereka yang rutin melintasi jalan utama menuju pusat aktivitas ekonomi.

Masyarakat juga mempertanyakan efektivitas anggaran perawatan jalan yang setiap tahun dialokasikan pemerintah daerah. Dengan adanya pagu anggaran yang sudah disiapkan, warga berharap hasilnya lebih terlihat. Namun kenyataannya, kerusakan semakin banyak ditemukan daripada diperbaiki.

Dampak Kerusakan Jalan terhadap Aktivitas Ekonomi

Jalan berlubang bukan hanya persoalan keselamatan, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat. Pangkalan Kerinci merupakan pusat perdagangan dan layanan publik, sehingga mobilitas warga sangat tinggi. Banyak pelaku usaha, pedagang kecil, hingga pekerja kantoran menggunakan jalur yang sama setiap hari.

Ketika jalan rusak, waktu tempuh menjadi lebih panjang. Pengendara harus memperlambat kecepatan dan memilih jalur yang dianggap lebih aman. Situasi ini tentu memengaruhi efisiensi aktivitas harian. Pengiriman barang juga bisa terganggu karena kendaraan harus berhati-hati agar tidak mengalami kerusakan akibat menghantam lubang.

Beberapa sopir angkutan mengaku merugi akibat kondisi jalan yang makin memburuk. Mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perawatan kendaraan. Ban cepat aus, velg sering mengalami kerusakan, dan suspensi menjadi lebih mudah rusak. Kondisi ini memperburuk beban ekonomi para sopir yang mengandalkan kendaraan sebagai sumber utama pendapatan.

Harapan Warga kepada Pemerintah Kabupaten

Melihat kondisi yang terus memburuk, warga meminta Pemerintah Kabupaten Pelalawan, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk segera menindaklanjuti kerusakan jalan tersebut. Mereka berharap pemerintah tidak menunda proses perbaikan, terutama pada titik-titik yang dianggap paling berbahaya.

Warga ingin pemerintah melakukan pemetaan kerusakan secara menyeluruh, bukan hanya sekadar tambal sulam di beberapa titik. Mereka menilai perbaikan yang bersifat sementara tidak cukup untuk menuntaskan masalah jalan berlubang yang terus terjadi setiap tahun. Perbaikan menyeluruh dinilai lebih efektif untuk mengurangi kecelakaan dan memperlancar mobilitas masyarakat.

Pentingnya Tindakan Cepat agar Jalan Kembali Layak Dilalui

Masyarakat berharap pemerintah daerah melakukan perbaikan sebelum kerusakan meluas. Mereka khawatir jika dibiarkan lebih lama, kondisi jalan bisa semakin parah dan memerlukan biaya yang jauh lebih besar untuk diperbaiki. Selain itu, risiko kecelakaan akan semakin tinggi jika jalan tidak ditangani segera.

Warga menekankan bahwa keberadaan jalan yang layak adalah kebutuhan dasar. Jalan yang aman memudahkan kegiatan sehari-hari, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan mendukung perputaran ekonomi di Pangkalan Kerinci. Karena itu, mereka menunggu langkah konkret pemerintah dalam waktu dekat.

Penutup: Tuntutan Perbaikan Menjadi Suara Bersama

Permasalahan jalan berlubang di Pangkalan Kerinci kini menjadi perhatian banyak pihak. Masyarakat berharap pemerintah bergerak cepat agar akses transportasi kembali aman dan nyaman. Dengan penanganan yang tepat, Pangkalan Kerinci dapat kembali menjadi kawasan yang mendukung mobilitas dan aktivitas harian warga tanpa hambatan.

Cek Juga Artikel Dari Platform georgegordonfirstnation.com