jalanjalan-indonesia.com Karakter monster Frankenstein, karya novelis Mary Shelley, kembali dihidupkan melalui adaptasi terbaru yang disutradarai Guillermo del Toro dan tayang di Netflix. Versi terbaru ini langsung menyita perhatian dunia, bukan hanya karena ceritanya yang penuh detail emosional dan atmosfer horor khas del Toro, tetapi juga karena visualnya yang memukau.
Walau sebagian besar proses syuting dilakukan di dalam studio Toronto, film ini tetap terinspirasi dari ragam destinasi dunia nyata yang kaya sejarah, arsitektur kelam, dan nuansa gotik. Del Toro dikenal sebagai sutradara yang selalu memadukan fiksi dengan setting dunia nyata yang punya aura kuat—dan Frankenstein bukan pengecualian.
Maka tidak heran jika setelah film ini rilis, banyak penggemar yang kemudian mencari informasi: lokasi mana saja yang memengaruhi tone visual film? Di mana nuansa gelap, magis, dan misterius ala Frankenstein lahir? Dan apakah tempat itu bisa menjadi inspirasi liburan?
Jawabannya: tentu bisa. Dan berikut ini beberapa rekomendasi destinasi traveling 2026 bagi kamu yang ingin merasakan langsung ambience film Frankenstein.
Pegunungan Alpen, Eropa – Latar Alam yang Mengilhami Lanskap Dingin & Sunyi
Novel asli Frankenstein memang memiliki banyak adegan penting yang berlatar Pegunungan Alpen. Keindahan dan kesunyian pegunungan menjadi simbol kuat dari rasa keterasingan sang monster. Film versi terbaru juga mengambil inspirasi kuat dari lanskap bersalju, langit kelabu, serta dataran tinggi yang terjal untuk menggambarkan perasaan gelap dan kesendirian karakter.
Mengapa harus ke sini?
- Pemandangan yang dramatis dan sinematik.
- Cocok untuk hiking, trekking, fotografi, hingga perjalanan spiritual.
- Banyak jalur wisata dengan panorama lembah dan danau yang mirip adegan film horor-gotik klasik.
Bagi pecinta traveling, Alpen adalah paket lengkap: indah, misterius, dan memberikan sensasi dunia yang terisolasi—sama seperti suasana yang dibangun dalam film.
Wina, Austria – Kota Arsitektur Gotik Klasik yang Menghidupkan Dunia Frankenstein
Wina terkenal dengan arsitektur klasik dan nuansa Eropa abad ke-19 yang masih terjaga. Kota ini memiliki banyak bangunan berarsitektur gotik dan barok yang terlihat seperti latar film fantasi gelap. Banyak kritikus film menilai bahwa detail arsitektur Eropa abad lampau di Wina menjadi referensi visual bagi del Toro dalam menciptakan dunia Viktor Frankenstein.
Yang bisa kamu kunjungi:
- St. Stephen’s Cathedral dengan interior gelap dan lengkungan gotik tinggi.
- Belvedere Palace yang megah dan memiliki aura aristokrat klasik.
- Pemakaman tua Vienna Zentralfriedhof, salah satu yang terbesar di Eropa, penuh patung malaikat, pohon besar, dan suasana mencekam nan indah.
Kota ini cocok untuk traveler yang suka sejarah, seni, museum, dan pengalaman jalan kaki menyusuri kota klasik.
Prague, Republik Ceko – Kota dengan Nuansa Mistis & Jalan Berbatu
Prague adalah salah satu kota paling “gothic vibes” di Eropa. Kota ini memiliki suasana kelam namun artistik, persis seperti gaya visual Guillermo del Toro. Banyak arsitektur dan sudut kota yang tampak seperti latar dunia Frankenstein—mulai dari jembatan tua hingga kawasan Old Town yang penuh bangunan berusia ratusan tahun.
Kenapa wajib masuk bucket list?
- Kota ini terlihat seperti dunia dongeng namun dalam versi gelap.
- Banyak lokasi jalan kaki dengan nuansa Eropa lama yang spooky namun fotogenik.
- Sunset di atas Charles Bridge memberikan siluet yang dramatis, cocok bagi pencinta foto sinematik.
Prague juga sering dijadikan lokasi syuting film fantasi, sehingga traveler akan mudah merasakan nuansa film begitu tiba di kota ini.
Edinburgh, Skotlandia – Kota Berkabut yang Penuh Misteri
Kota Edinburgh terkenal dengan kastil tua, bukit berkabut, dan gang-gang kecil berpaving batu yang terasa mistis. Tempat ini sangat cocok sebagai inspirasi visual film Frankenstein, terutama untuk adegan-adegan yang membutuhkan atmosfer sepi dan menyeramkan.
Lokasi yang memberikan vibes Frankenstein:
- Edinburgh Castle yang berada di atas tebing gelap.
- Greyfriars Kirkyard, salah satu pemakaman paling angker di dunia.
- Royal Mile, jalan tua dengan arsitektur kelam yang sangat khas.
Kota ini sangat cocok untuk traveler yang suka kisah horor, sejarah kelam, dan eksplorasi malam hari.
Toronto, Kanada – Lokasi Syuting Utama yang Bisa Dikunjungi
Meski banyak adegan dibuat di studio, beberapa sudut kota Toronto juga digunakan dalam proses syuting. Kota modern ini ternyata memiliki banyak lokasi vintage, museum, dan distrik tua yang sering dipakai dalam produksi film besar.
Aktivitas yang bisa dilakukan di Toronto:
- Wisata studio film dan tur lokasi syuting.
- Mengunjungi distrik tua seperti Distillery District yang penuh bangunan abad ke-19.
- Eksplorasi museum yang menampilkan karya seni gelap, sains, hingga sejarah anatomi manusia—tema yang sangat dekat dengan kisah Frankenstein.
Toronto adalah destinasi ideal bagi traveler yang menginginkan pengalaman modern namun tetap bernuansa filmis.
Kesimpulan: Traveling 2026 Penuh Inspirasi dari Dunia Frankenstein
Film Frankenstein versi Guillermo del Toro membuka peluang baru bagi dunia traveling. Visual kelam, atmosfer mistis, dan latar penuh nuansa klasik dalam film ini dapat menjadi inspirasi ide liburan di tahun 2026. Mulai dari pegunungan Alpen, kota Wina yang klasik, suasana gelap Prague, hingga misteri Edinburgh, semuanya menawarkan pengalaman tak terlupakan.
Bagi pencinta film, traveling semacam ini bukan hanya tentang pergi ke tempat baru, tetapi merasakan langsung “dunia” yang hidup dalam sebuah cerita. Dan untuk traveler yang mencari destinasi unik, ide perjalanan ala Frankenstein bisa menjadi petualangan yang penuh estetika, sejarah, dan pengalaman berbeda.

Cek Juga Artikel Dari Platform iklanjualbeli.info
