Polsek Lubuk Batang Bersama Warga Evakuasi Pohon Tumbang di Depan SMA Negeri 11 OKU

Berita Lokal

jalanjalan-indonesia.com Kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat kembali terlihat di Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Saat sebuah pohon besar tumbang dan menutupi akses jalan di depan SMA Negeri 11 OKU, warga segera melapor ke pihak kepolisian. Personel Polsek Lubuk Batang langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.

Kondisi di lapangan sempat membuat arus lalu lintas tersendat. Batang pohon berukuran besar melintang di tengah jalan dan menghalangi kendaraan dari dua arah. Melihat situasi tersebut, petugas dan warga sekitar segera bergotong royong memotong serta membersihkan batang dan ranting pohon hingga jalur kembali terbuka.

Kapolsek Lubuk Batang, Iptu Jenizar, melalui Kasubsi Penmas Sie Humas Polres OKU, Ipda Chandra M. SH., menuturkan bahwa langkah cepat ini merupakan wujud pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, keselamatan warga adalah prioritas utama, dan kehadiran polisi di tengah masyarakat harus dirasakan secara nyata.


Gotong Royong Jadi Kunci Penanganan Cepat

Setibanya di lokasi, petugas langsung berkoordinasi dengan warga untuk mengevakuasi pohon yang menutup jalan. Proses penebangan dilakukan dengan hati-hati menggunakan alat potong manual dan gergaji mesin. Sementara itu, sebagian warga bertugas mengamankan area agar lalu lintas tetap tertib selama pembersihan berlangsung.

Dalam waktu kurang dari satu jam, sebagian besar batang pohon berhasil disingkirkan. Sisa ranting dan daun kemudian dikumpulkan di pinggir jalan agar tidak mengganggu kendaraan. Berkat kerja sama antara petugas dan masyarakat, jalan yang sempat tertutup kini bisa kembali dilalui dengan aman.

Warga menyambut baik inisiatif cepat dari pihak kepolisian. Mereka menilai tindakan tanggap seperti ini mencerminkan hubungan baik antara aparat dan masyarakat yang saling membantu tanpa menunggu perintah.


Antisipasi Bahaya dari Pohon Mati

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa pohon yang tumbang sudah dalam kondisi mati dan rapuh. Batangnya yang kering mudah patah tertiup angin, sementara akarnya tidak lagi menancap kuat di tanah. Situasi ini dinilai berbahaya karena lokasi pohon berada tepat di jalur ramai yang sering dilalui siswa dan masyarakat.

Menurut Ipda Chandra, langkah pemotongan dan pembersihan tidak hanya dilakukan karena kejadian tumbang kali ini. Polisi juga melakukan penebangan lanjutan terhadap sisa batang yang masih berdiri untuk mencegah insiden serupa di kemudian hari. Ia menegaskan bahwa keselamatan publik harus diutamakan dan segala potensi bahaya wajib segera diatasi.

Masyarakat pun diimbau agar segera melapor bila menemukan pohon tua di tepi jalan yang tampak miring atau lapuk. Dengan begitu, tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih cepat sebelum menimbulkan korban atau kerusakan.


Warga Apresiasi Tindakan Cepat Aparat

Respon cepat dari Polsek Lubuk Batang mendapat apresiasi luas. Salah satu warga, Rahman, mengungkapkan rasa lega setelah pohon besar berhasil disingkirkan. Ia mengatakan jalan itu adalah akses utama menuju sekolah dan pasar, sehingga penanganan cepat sangat membantu aktivitas harian masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih. Polisi datang dengan sigap dan melibatkan kami semua. Sekarang jalan sudah bersih dan aman,” ujarnya.

Guru serta siswa SMA Negeri 11 OKU juga memberikan tanggapan positif. Mereka mengaku sempat khawatir karena posisi pohon sangat dekat dengan gerbang sekolah. Setelah dibersihkan, kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal tanpa hambatan.


Koordinasi dengan Pemerintah Daerah

Setelah proses evakuasi selesai, Polsek Lubuk Batang berkoordinasi dengan perangkat desa dan pihak kecamatan untuk melakukan pendataan terhadap pohon-pohon besar di area publik. Pemerintah setempat diimbau untuk melakukan pemangkasan rutin terhadap pohon tua yang berisiko tumbang.

Selain itu, warga diingatkan agar lebih waspada terutama saat musim hujan atau angin kencang. Dahan pohon yang menggantung di atas jalan sebaiknya segera dilaporkan agar bisa ditangani sebelum membahayakan pengguna jalan. Sinergi antara pemerintah, polisi, dan warga dinilai menjadi langkah paling efektif dalam menjaga keamanan lingkungan.


Polisi Hadir Sebagai Pelindung dan Pengayom

Evakuasi pohon tumbang di Lubuk Batang bukan hanya tentang pembersihan jalan. Lebih dari itu, kegiatan ini menunjukkan bagaimana kepolisian hadir langsung membantu masyarakat dalam situasi darurat. Petugas tak hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga terjun langsung ke lapangan dan bekerja bersama warga.

Kapolsek menegaskan bahwa Polsek Lubuk Batang akan terus menjaga kesiapsiagaan menghadapi kejadian serupa. “Kami tidak ingin masyarakat merasa sendirian ketika menghadapi keadaan darurat. Polisi akan selalu hadir membantu dengan cepat,” katanya.

Upaya tanggap seperti ini juga memperkuat hubungan emosional antara aparat dan warga. Kehadiran polisi bukan hanya simbol keamanan, melainkan bagian dari solusi nyata bagi persoalan sehari-hari masyarakat.


Sinergi untuk Lingkungan Aman dan Nyaman

Peristiwa di Desa Kurup menjadi contoh nyata bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang aman. Melalui kerja sama, hambatan di jalan bisa diselesaikan tanpa menimbulkan kerugian. Aksi gotong royong ini memperlihatkan nilai solidaritas yang masih kuat di tengah masyarakat.

Kejadian tersebut juga menjadi pengingat pentingnya perawatan lingkungan. Pohon yang rindang memang memberi kesejukan, namun perlu diawasi agar tidak menjadi sumber bahaya. Dengan menjaga keseimbangan antara kenyamanan dan keselamatan, masyarakat dapat hidup lebih tenteram.

Semangat kolaborasi antara Polsek Lubuk Batang dan warga menjadi contoh nyata pelayanan publik yang responsif. Dari aksi sederhana membersihkan pohon tumbang, tercipta hubungan saling percaya antara aparat dan masyarakat—fondasi penting menuju lingkungan yang aman, bersih, dan harmonis.yang tulus dan menjadi contoh nyata bagi wilayah lain di Kabupaten OKU.

Cek Juga Artikel Dari Platform dailyinfo.blog