Ibu Negara Korea Selatan Ajak Istri Pemimpin APEC Nikmati Wisata Budaya di Gyeongju

Berita Lokal

jalanjalan-indonesia.com Suasana harmonis mewarnai kegiatan para pendamping pemimpin negara peserta APEC di Korea Selatan. Ibu Negara Korea Selatan, Kim Hye Kyung, memimpin kunjungan wisata budaya yang diikuti oleh para istri pemimpin ekonomi APEC. Kegiatan ini berlangsung di Gyeongju, salah satu kota bersejarah yang dikenal sebagai pusat kebudayaan Korea.

Dalam acara tersebut, para pendamping pemimpin dunia diajak menikmati keindahan Kuil Bulguksa, sebuah kuil Buddha kuno yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi bagi masyarakat Korea. Tempat ini tidak hanya menjadi destinasi wisata populer, tetapi juga diakui dunia sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Melalui kegiatan ini, pemerintah Korea Selatan ingin memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya bangsa kepada komunitas internasional, sekaligus menciptakan suasana diplomasi yang lebih santai dan bersahabat di sela-sela pertemuan tingkat tinggi APEC.


Kegiatan Diplomatik yang Sarat Makna Budaya

Kunjungan ke Kuil Bulguksa menjadi bagian dari program khusus yang disiapkan untuk para pendamping pemimpin APEC. Program ini tidak sekadar agenda wisata, tetapi juga berfungsi sebagai wadah diplomatik yang memperkuat hubungan antarnegara melalui pendekatan budaya.

Dalam suasana yang hangat, para tamu kehormatan menikmati arsitektur klasik kuil yang megah, sambil mendengarkan penjelasan tentang filosofi Buddha yang menjadi dasar kehidupan spiritual masyarakat Korea. Nuansa damai dan keindahan alam di sekitar kuil memberikan pengalaman mendalam bagi setiap peserta.

Ibu Negara Kim Hye Kyung menjelaskan bahwa kunjungan ini diharapkan dapat menjadi jembatan persahabatan antarbangsa. “Budaya adalah bahasa universal yang bisa menyatukan semua orang tanpa batas negara. Melalui acara ini, kami ingin berbagi nilai-nilai tradisi dan keindahan Korea kepada dunia,” ujarnya dalam sambutan singkatnya.


Partisipasi Para Pendamping Pemimpin APEC

Beberapa tokoh penting turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya adalah Ibu Negara Kanada, Diana Fox Carney, serta Ibu Negara Thailand, Thananon Niramit. Mereka, bersama rombongan lainnya, tampak antusias menikmati setiap sesi kegiatan yang telah disiapkan.

Para tamu disambut dengan ramah oleh panitia lokal yang mengenakan pakaian tradisional hanbok. Setelah berkeliling kuil, rombongan juga mengikuti sesi singkat memperkenalkan seni kaligrafi Korea serta upacara minum teh tradisional yang menggambarkan nilai kesopanan dan ketenangan dalam budaya Timur.

Menurut perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, kegiatan ini dirancang untuk menunjukkan sisi lembut diplomasi antarbangsa. Melalui pengalaman budaya, para pendamping pemimpin negara dapat merasakan langsung karakter bangsa Korea yang menjunjung tinggi nilai harmoni dan kebersamaan.


Gyeongju, Simbol Sejarah dan Keindahan Korea Selatan

Gyeongju dikenal sebagai “museum tanpa dinding” karena banyaknya peninggalan bersejarah dari masa Kerajaan Silla yang masih terjaga hingga kini. Kota ini menyimpan berbagai situs budaya penting seperti pagoda, patung Buddha, dan reruntuhan istana kuno.

Kuil Bulguksa yang menjadi lokasi utama kunjungan merupakan simbol kejayaan arsitektur klasik Korea. Dengan detail bangunan yang megah, ukiran batu yang halus, serta pemandangan pegunungan yang menenangkan, kuil ini menjadi ikon wisata spiritual yang paling dikenal di dunia.

Selain keindahan arsitekturnya, Gyeongju juga dikenal dengan suasana damai dan alami. Kota ini menjadi tempat ideal untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya Asia Timur kepada tamu internasional. Tidak heran jika pemerintah Korea Selatan memilih lokasi ini sebagai bagian dari rangkaian agenda diplomatik APEC.


Membangun Diplomasi Lewat Budaya

Program wisata budaya yang digagas oleh Ibu Negara Korea Selatan ini memperlihatkan sisi lain dari diplomasi internasional. Pendekatan budaya dianggap lebih efektif dalam membangun hubungan jangka panjang antarbangsa, terutama di tengah dinamika global yang cepat berubah.

Melalui interaksi informal seperti kunjungan wisata, para pendamping pemimpin dunia dapat berkomunikasi dengan lebih hangat dan terbuka. Mereka tidak hanya mengenal keindahan Korea, tetapi juga memahami nilai-nilai masyarakatnya yang menjunjung kesederhanaan, kerja keras, dan kebersamaan.

Kegiatan semacam ini juga menjadi simbol bahwa diplomasi bukan hanya urusan politik tingkat tinggi, melainkan juga hubungan antarmanusia yang dilandasi rasa saling menghargai dan memahami.


Kesan Positif dan Harapan ke Depan

Usai acara, para tamu menyampaikan kesan positif terhadap penyelenggaraan kegiatan. Banyak yang mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Korea dan keindahan budaya yang ditampilkan. Beberapa peserta bahkan menyatakan niat untuk kembali berkunjung ke Korea Selatan bersama keluarga di masa mendatang.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyebut bahwa kegiatan budaya ini akan menjadi tradisi baru setiap kali negara tersebut menjadi tuan rumah acara internasional. Pendekatan humanis melalui kegiatan budaya diyakini dapat memperkuat hubungan diplomatik tanpa sekat formalitas.

Dengan keberhasilan acara ini, Korea Selatan sekali lagi menunjukkan kemampuannya menjadi tuan rumah yang hangat dan inovatif dalam diplomasi internasional. Di balik megahnya pertemuan ekonomi APEC, kegiatan wisata budaya ini membuktikan bahwa kekuatan sejati diplomasi justru terletak pada sentuhan manusiawi dan penghargaan terhadap nilai budaya.


Kesimpulan

Kegiatan yang dipimpin oleh Ibu Negara Kim Hye Kyung bukan hanya acara wisata biasa. Ini adalah wujud nyata diplomasi budaya yang menghubungkan berbagai bangsa melalui pengalaman bersama. Melalui warisan sejarah dan nilai-nilai tradisi, Korea Selatan berhasil menampilkan wajah yang bersahabat, terbuka, dan inspiratif di mata dunia.

Dengan semangat kebersamaan yang terpancar dalam kegiatan tersebut, hubungan antarnegara di kawasan Asia-Pasifik diharapkan semakin erat. Diplomasi budaya seperti ini menjadi langkah nyata untuk menciptakan perdamaian dan kerja sama yang lebih kuat di masa depan.

Cek Juga Artikel Dari Platform beritagram.web.id