jalanjalan-indonesia – Kegiatan konsumsi masyarakat China selama liburan Hari Nasional 2025 menunjukkan tren yang stabil meski kondisi ekonomi global masih penuh tantangan. Pemerintah Tiongkok mencatat adanya peningkatan pergerakan wisatawan domestik dan pengeluaran konsumen yang tetap kuat di berbagai sektor, terutama pariwisata, transportasi, dan kuliner. Data ini memberi sinyal bahwa daya beli masyarakat China masih terjaga di tengah perlambatan ekonomi dunia.
- Wisata Domestik Jadi Penopang Utama
Selama masa libur panjang yang berlangsung sepekan, lebih dari 800 juta perjalanan wisata domestik tercatat di seluruh provinsi China. Kota-kota besar seperti Beijing, Shanghai, dan Chengdu mengalami lonjakan wisatawan hingga 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah setempat menyebutkan bahwa pariwisata menjadi salah satu faktor penting yang menjaga arus konsumsi tetap stabil, terutama dari kalangan muda yang gemar berwisata lokal. - Transportasi dan Akomodasi Mengalami Lonjakan Permintaan
Lonjakan perjalanan liburan juga mendorong kenaikan signifikan pada sektor transportasi dan akomodasi. Tiket kereta cepat dan penerbangan domestik habis terjual beberapa hari sebelum masa libur dimulai. Hotel di kawasan wisata utama mencatat tingkat okupansi di atas 90 persen. Pemerintah memastikan kelancaran arus perjalanan dengan menambah kapasitas transportasi publik dan memperketat pengawasan terhadap tarif agar tetap wajar. - Kuliner dan Belanja Tetap Jadi Magnet Utama
Makanan dan belanja tetap menjadi dua aktivitas favorit masyarakat selama liburan. Restoran di berbagai kota besar mengalami peningkatan penjualan 8–10 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, pusat perbelanjaan dan pasar malam ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Produk-produk lokal seperti makanan khas daerah dan cendera mata budaya menjadi pilihan utama pembelian konsumen. - E-commerce dan Pembayaran Digital Mendominasi Transaksi
Tren digitalisasi terus mendukung stabilitas konsumsi di China. Selama liburan, transaksi melalui platform e-commerce meningkat hingga 15 persen, terutama untuk produk kebutuhan rumah tangga dan fesyen. Pembayaran digital seperti Alipay dan WeChat Pay mendominasi hampir seluruh transaksi, baik di kota besar maupun wilayah pedesaan. Kemudahan sistem pembayaran ini dinilai membantu menjaga sirkulasi ekonomi tetap aktif. - Kebijakan Pemerintah Jaga Optimisme Ekonomi
Pemerintah China terus menggulirkan kebijakan untuk menstimulasi konsumsi, termasuk pemberian insentif pada sektor pariwisata dan perdagangan lokal. Beberapa kota besar bahkan menggelar festival belanja serta program diskon nasional untuk menarik minat belanja masyarakat. Langkah-langkah ini dianggap berhasil menumbuhkan rasa percaya diri publik terhadap kondisi ekonomi domestik.
Kestabilan konsumsi selama libur Hari Nasional 2025 menjadi tanda positif bagi ekonomi China yang tengah berupaya bangkit dari tekanan global. Meski pertumbuhan belum melesat seperti tahun-tahun sebelumnya, pola konsumsi masyarakat yang solid menunjukkan bahwa pasar domestik masih menjadi tulang punggung utama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

