Hari Ini Malioboro Full untuk Pejalan Kaki Selama 24 Jam

Berita Lokal

jalanjalan-indonesia – Kawasan ikonik Malioboro, Yogyakarta, hari ini resmi ditutup untuk kendaraan bermotor dan sepenuhnya dibuka bagi pejalan kaki selama 24 jam penuh. Kebijakan ini merupakan bagian dari uji coba program “Malioboro Ramah Pejalan Kaki” yang digagas Pemerintah Kota Yogyakarta untuk memperkuat identitas Malioboro sebagai kawasan wisata budaya, belanja, dan kuliner yang nyaman bagi pengunjung.

  1. Penutupan Total untuk Kendaraan Bermotor
    Mulai pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, seluruh akses kendaraan bermotor ke Jalan Malioboro, dari simpang Tugu hingga titik nol kilometer, ditutup total. Pengendara diarahkan melalui jalur alternatif seperti Jalan Mataram, Abu Bakar Ali, dan Letjen Suprapto. Kebijakan ini berlaku untuk semua kendaraan pribadi, roda dua, maupun roda empat, kecuali ambulans dan kendaraan darurat. Dinas Perhubungan Yogyakarta juga menyiapkan petugas di setiap simpang untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan kelancaran pergerakan di jalan sekitar Malioboro.
  2. Meningkatkan Kenyamanan dan Keamanan Wisatawan
    Penutupan total ini dilakukan untuk memberikan ruang lebih luas bagi wisatawan menikmati suasana Malioboro tanpa gangguan kendaraan. Dengan bebas dari bising mesin dan polusi, pengunjung dapat berjalan santai, berfoto, serta menikmati jajanan khas seperti gudeg, bakpia, dan wedang ronde. Pemerintah juga menambah penerangan jalan, pos keamanan, serta petugas kebersihan untuk memastikan kenyamanan selama 24 jam penerapan kawasan bebas kendaraan.
  3. Antusiasme Pedagang dan Wisatawan
    Sejak pagi, kawasan Malioboro sudah dipadati wisatawan lokal dan mancanegara. Banyak pengunjung mengaku senang bisa menikmati Malioboro dalam suasana yang benar-benar ramah pejalan kaki. Para pedagang kaki lima (PKL) pun menyambut positif kebijakan ini. Meski sempat khawatir jumlah pembeli berkurang karena akses kendaraan ditutup, ternyata jumlah pengunjung justru meningkat tajam. Suasana lebih tertib dan bersih, membuat wisatawan betah berlama-lama berbelanja dan bersantai.
  4. Bagian dari Program Uji Coba dan Kajian Permanen
    Pemerintah Kota Yogyakarta menjelaskan bahwa kebijakan ini masih dalam tahap uji coba. Evaluasi akan dilakukan setelah 24 jam penerapan untuk menilai dampaknya terhadap lalu lintas, ekonomi, dan lingkungan. Jika hasilnya positif, bukan tidak mungkin kebijakan serupa akan diberlakukan secara rutin, terutama di akhir pekan atau hari libur nasional. Kajian juga mencakup potensi penerapan kawasan bebas kendaraan di titik wisata lain seperti Taman Sari dan Kotagede.
  5. Transportasi Pendukung dan Fasilitas Publik
    Sebagai antisipasi lonjakan pengunjung, Pemkot menyiapkan area parkir di Abu Bakar Ali, Ngabean, dan Senopati. Dari lokasi tersebut, wisatawan bisa menggunakan bus shuttle Trans Jogja atau becak kayuh untuk menuju Malioboro. Pemerintah juga menambah jumlah toilet umum, tempat duduk, serta ruang istirahat di sepanjang trotoar. Petugas Dinas Lingkungan Hidup turut disiagakan selama 24 jam untuk menjaga kebersihan kawasan agar tetap nyaman bagi pengunjung.

Kebijakan Malioboro bebas kendaraan selama 24 jam ini bukan hanya langkah rekreatif, tetapi juga simbol keberpihakan pemerintah terhadap pejalan kaki dan pariwisata berkelanjutan. Dengan suasana yang lebih tertib, bersih, dan manusiawi, Malioboro diharapkan terus menjadi jantung wisata Yogyakarta yang mampu memikat hati wisatawan domestik maupun mancanegara.